OJK Minta Leasing dan Perbankan Ringankan Debitur

Ilustrasi. Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mendengar keluhan disampaikan melalui email atau telepon call center OJK berkaitan masih maraknya debt collector menemui masyarakat, khususnya terkait dengan pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance (leasing).

Terhadap hal tersebut OJK menegaskan dan meminta kerjasama nasabah atau debitur dan bank atau perusahaan pembiayaan sebagai berikut, yakni keringanan cicilan pembayaran kredit atau leasing tidak otomatis, debitur atau nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank atau leasing.

Juru bicara OJK, Sekar Putih Djarot mengatakan, Bank atau Leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka memberikan keringanan kepada nasabah atau debitur. Keringanan cicilan pembayaran kredit atau pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai satu tahun.

Bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, konversi kredit atau pembiayaan menjadi Penyertaan Modal.

Sementara lainnya sesuai kesepakatan baru. Seperti penarikan kendaraan atau jaminan kredit bagi debitur yang sudah macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak Covid-19, dapat dilakukan sepanjang bank atau perusahaan pembiayaan melakukannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid -19, seperti pekerja disektor informal atau pekerja berpenghasilan harian. Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang diperjanjikan,” jelasnya, Selasa (07/04/2020).

Seminggu yang lalu, lanjut dia, OJK sudah memanggil perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online, seperti GOJEK dan GRAB untuk memberikan data pengemudi dan data kendaraannya (nomor mesin dan nomor rangka).

OJK meminta kerjasama dengan perusahaan untuk memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan dimaksud.

Sebagai informasi pada 6 April, OJK memfasilitasi pertemuan antara perusahaan pembiayaan di Sumsel tergabung Asosisiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dengan asosiasi atau komunitas atau perkumpulan driver online dan juga rental mobil di Palembang. (har)