Avanza Disergap, Ternyata Membawa 2 Kilogram Sabu Asal Aceh

Kedua tersangka kurir sabu bersama barang bukti yang disita polisi saat gelar perkara di halaman Mapolda Sumsel, Kamis (9/4). foto :deni kito/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Zulyosa Putra (50), warga Jalan Ampera, No 14, RT 03/06, Kelurahan Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumbar diamankan aparat Direktorat Narkoba Polda Sumsel.

Pasalnya, dia  bersama rekannya  Denni Tanjung (40), warga Desa Tanjung Aur, RT 01/02, Kelurahan Tanjung Aur Nan IV, Kota Padang, Sumbar membawa 2 kilogram sabu dibungkus plastik merek Guanyinwang warna hijau. Barang haram tersebut ditafsir senilai Rp 2 miliar.

Pengungkapan peredaran narkotika tersebut digelar di halaman Direktorat Narkotika Polda Sumsel, Kamis (09/04), pukul 10.00 WIB. Penyergapan kedua pelaku ini pukul 00.30 WIB, di Jalan Lintas Palembang-Jambi, Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung Banyuasin.

Awal pengungkapannya dari tim tindak kepolisian menindaklanjuti informasi adanya peredaran narkotika dalam paket besar dari Aceh menuju ke Palembang. Saat melakukan penyelidikan petugas mengenali ciri pelaku yang mengemudikan kendaraan jenis Toyota Avanza nopol B 1458 PRA warna silver metalik.

Tepatnya saat mobil melintas di Jalan Palembang-Jambi di Desa Lubuk Karet, polisi melakukan penyergapan dengan mengentikan laju mobil yang dikemudikan pelaku Deni. Saat mobil berhenti kedua pelaku digeledah dan dari pemeriksaan. Polisi menemukan 2 paket besar sabu dalam door trim samping kiri depan mobil.

Atas kedua barang bukti kedua pelaku tidak berkutik lalu digelandang ke Polda Sumsel. Untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Hariyono SIk didampingi Kasubdit I Kompol Efriayanto Tambunan SH, menegaskan telah mengamankan dua pelaku pengedar narkoba jenis sabu dalam paket besar.

“Barang bukti sabu ini dari Aceh, namun kedua pelaku berangkat dari kota Padang akan menjual barang di Palembang. Dari pengakuan pelaku mereka diupah Rp 50 juta bila berhasil transaksi,” ungkapnya.

Heri menegaskan kedua pelaku dijerat pasal berlapis selaku pengedar barang terlarang narkotika ini. “Mereka kita jerat dengan pasal 112 KUHP dan 114 KUHP dan UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana seumur hidup atau 20 tahun,” tukasnya. (den)