Hasrat Kencan tak Tersalurkan, Uang Melayang

Korban melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (9/4)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Lantaran tak mampu membendung hasrat ingin berkencan, seorang pemuda berinisial Jos(22), warga Jalan Kelam, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Provinsi Kalimantan memesan cewek melalui aplikasi WeChat.

Namun sialnya, setelah mendapat cewek yang diinginkan bernama Maria Ulfa dan telah berjanji bertemu di salah satu hotel berbintang di Palembang, ia malah tertipu dan harus mengalami kerugian Rp6,4 juta.

Kesal telah ditipu dan kehilangan uang jutaan rupiah, lantas bujangan yang bekerjasa sebagai asisten guru di salah satu SMP swasta di Palembang ini, melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (9/4).

“Saya kenal sama cewek itu melalui WeChat, dia bisa diajak kencan dengan syarat bayar DP Rp100 ribu dan sudah saya transfer ke nomor rekening BCA 7810306542 atas nama Nora Oktaviani,” ujarnya.

Setelah itu, cewek tersebut meminta korban untuk menghubungi mami bernama Dara Mutia Deslian (27), agar bisa diboking dan dibawa ke hotel.

“Dia minta agar menghubungi maminya bernama Dara Mutia Deslian, setelah dihubungi lewat WhatsApp, maminya minta uang administrasi Rp 525.000, Rp 900 ribu sebagai tanda sewa dan tanda deal Rp 400 ribu ke rekening Mandiri atas nama Dara Mutia Deslian dengan nomor rekening 1490010802637,” katanya.

Lagi-lagi, mami tersebut kembali minta transfer uang untuk booking hotel berbintang di Palembang.

“Karena sudah terlanjur basah, jadi saya kirim uang Rp1,3 juta ke rekening mami itu, bahkan sampai dua kali. Terakhir dia minta dikirim lagi Rp1,5 juta dan semuanya saya turuti dengan harapan bisa kencan sama cewek bernama Maria Ulfa tersebut,” bebernya.

Korban baru sadar telah ditipu, ketika mendatangi hotel tempat yang telah dijanjikan oleh mami untuk bertemu cewek idaman yang akan dibokingnya tersebut.

“Setelah saya tanya, tapi tidak ada pesanan kamar atas nama kedua cewek itu. Dari situ saya baru sadar kalau telah ditipu, makanya saya melapor ke polisi dengan harapan mereka bisa dilacak,” ungkapnya.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri, membenarkan adanya laporan tentang penipuan melalui media sosial tersebut.

“Laporan korban sudah kita terima dan akan diproses oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang,” tukasnya. (zon)