Wagub Minta Isolasi Semua Pendatang ke Sumsel

Wagub Sumsel H Mawardi Yahya ketika meninjau ODP Center alias Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang, Senin (13/04/2020). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sebanyak 16 orang santri pesantren asal Sumsel yang diketahui baru tiba dari Jawa Timur (Jatim), belum bisa pulang ke kediamannya masing-masing. Mereka harus menginap terlebih dahulu di ODP Center atau Rumah Sehat Wisma Atlet JSC Palembang, guna menjalani karantina terkait Covid-19.

Belasan orang santri itu tiba di Palembang dalam waktu tidak bersamaan. Dimana 11 orang santri diantaranya tiba melalui Bandara SMB II Palembang, Minggu (12/04/2020) malam. Sementara 5 orang santri lainnya tiba dengan bus, Senin (13/04/2020) pagi.

Wagub Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan, karantina atau isolasi diri merupakan sesuatu yang memang wajib diberlakukan untuk masyarakat yang masuk ke Sumsel.

“Rapid tes juga harus dilakukan. Bukan apa-apa, ini demi kenyamanan bersama. Tidak ada salahnya setiap warga masuk ke Sumsel di rapid tes. Seperti kita lakukan terhadap para santri ini,” kata Mawardi.

Pemprov Sumsel sendiri telah komitmen dalam penanganan Covid-19 ini. Termasuk dengan menyediakan ODP Center sebagai tempat karantina untuk masyarakat. “Tanpa batas kita menyiapkan rapid tes ini. Sebanyaknya kita siapkan berapa kebutuhannya. Kita siap untuk ini, setiap orang silakan manfaatkan ODP Center ini tanpa terkecuali,” terangnya.

Sebelumnya Ketua IKPM Cabang Sumsel Hendrawan M Ilyas mengatakan, para santri asal Sumsel yang pulang akan melalui jalur darat dan udara. Untuk santri putri rencananya menggunakan dua bus dengan total 93 orang santri, 2 pembimbing dan 3 wali santri. Sementara yang menggunakan pesawat sebanyak 57 santri dan 4 pembimbing.

Sedangkan untuk santri putra diketahui hanya akan mengunakan bus. Untuk totalnya yakni 288 orang santri dan 14 pembimbing. “Mereka akan pulang secara bertahap. Ada yang menggunakan pesawat dan ada menggunakan bus. Mereka memang sudah mulai pulang sejak kemarin,” pungkasnya. (nov/bar)