Baru Bebas, Bos Arisan Online Kembali Dibui

Terpidana Aminah Cendrakasih alias Mina, saat sidang di PN Lahat sebelum diberlakukannya sidang online, Rabu (15/04/2020). Foto: istimewa/net

LAHAT, PALPOS.ID – Udara bebas dirasakan Aminah Cendrakasih alias Mina (26), hanya dirasakan sesaat. Majelis hakim PN Lahat, diketuai Verdian Martin SH, dengan anggota Saiful Brow SH, dan Dicky Syarifudin SH MH, memvonis Mina  enam bulan penjara.

Aminah dinyatakan bersalah lantaran melakukan penipuan, dengan modus arisan online tahun 2017 lalu. Pembacaan putusan secara online, Selasa petang (14/04/2020), sempat diundur hingga 20 menit. Lantaran terpidana yang merupakan ibu dengan balita menyusui ini berdalih sedang berdoa untuk hasil putusan majelis hakim.

“Terpidana Aminah Cendrakasih, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Setelah pembacaan putusan, baik terpidana maupun JPU menyatakan menerima putusan tersebut,” ujar Ketua PN Lahat, Yoga DS Nugroho SH MH, Rabu (15/04/2020).

Tahun 2017 lalu, puluhan orang mayoritas kaum hawa berasal dari Kota Lahat, Palembang, Martapura, dan Lampung, sempat mendatangi kediaman Mina, menanyakan kejelasan soal uang arisan online. Sebab saat itu, Mina sempat menghilang selama dua bulan, tanpa memberikan kejelasan terhadap 70 member, tergabung dalam grup arisan online dikelolanya.

‘’Terjerat pasal 378 KUHP. Total kerugian korban Rp 1 juta 100 ribu. Karena sebelum korban mentransferkan uang, terpidana menjanjikan keuntungan terhadap korbannya,” terang Jaksa Penuntut Umum Kejari Lahat, Teddy Arisandi SH MH, bersama M Abby Habibulla SH.

Meskipun saat ini Mina hanya divonis 6 bulan penjara di Lapas Klas II Lahat. Sebelumnya Mina telah divonis bersalah PN Palembang,  1 tahun 6 bulan dengan kasus serupa. Namun saat itu, Mina dijerat pasal 372 KUHP (penggelapan), dengan kerugian korban sebesar Rp 200 juta.

“Bulan Januari 2020, terpidana bebas dari hukuman di Pelembang. Tapi belum sempat bebas, sudah kita tahan lagi. Terpidana tidak bisa disebut residivis, karena perkara naiknya diwaktu yang sama,” kata Teddy. (ari)