Dewan Linggau Gelar Paripurna Melalui Aplikasi Zoom Meeting

Suasana rapat Paripurna DPRD Lubuklinggau dengan menggunakan aplikasi zoom, Rabu (15/04/2020). Foto maryati/Palpos.ID

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Sejak virus corona (covid-19) mewabah disejumlah daerah dan diterapkannya physical distanting, membuat aktivitas serba terbatas. Kendati demikian pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan harus tetap berjalan.

Karena itu DPRD Lubuklinggau memanfaatkan aplikasi zoom meeting, agar pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Bumi Sebiduk Semare ini tetap berjalan optimal. Penggunaan aplikasi zoom meeting tersebut, diuji coba dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses, di ruang Paripurna, Rabu (15/04/2020).

Ketua DPRD Lubuklinggau, H Rodi Wijaya menyatakan, pemanfaatan teknologi yang ada dilakukan agar anggota yang secara fisik tidak bisa hadir karena kurang sehat atau berdomisili diluar kota tetap dapat mengikuti paripurna.

“Tadi yang hadir sudah melebihi kuorum, tapi yang tidak hadir tetap bisa mengikuti paripurna melalui teknologi yang kita manfaatkan,” katanya. Dikatakan Rodi, dalam kondisi yang serba dibatasi seperti sekarang ini, dia berharap kinerja pemerintah juga tetap bisa berjalan optimal. Tidak ada alasan bahwasanya pembatasan menjadi penghalang.

“Kita  memang  harus mengikuti protokol pencegahan covid-19, tetapi aparatur pemerintah dengan tugasnya, dengan tanggungjawabnya harus tetap beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.

Kedepan DPRD Lubuklinggau juga akan melakukan aktivitas/agenda seperti biasa. Hanya saja pelaksanaannya yang diinovasi dengan teknologi, seperti rapat pembahasan LKPJ yang banyak mengundang mitra (Satuan Kerja Perangkat Daerah), karena itu rapat dapat dilakukan melalui vidio teleconference.

“Karena itu kita mengimbau kepada seluruh ASN mitra dari legislatif dalam kondisi seperti ini kita tetap bisa bekerja menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita masing masing,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam paripurna penyampaian hasil reses dewan, suasana sedikit berbeda. Karena rapat dibuka dengan diawali mengundang/mengabsen dewan yang tidak bisa hadir melalui aplikasi zoom. Hal itu dilakukan ketua DPRD selaku pimpinan rapat untuk memastikan anggota dewan yang tidak bisa hadir tetap mengikuti paripurna dari tempat mereka masing-masing. (mar)