Wako Prabumulih Bentuk Timsus Sosialisasikan PSBB

Ir. H. Ridho Yahya, Walikota Prabumulih. foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM mengatakan sembari menunggu keputusan Gubernur Sumsel dan Kementerian Kesehatan terkait usulan pemberlakuan PSBB, pihaknya akan membentuk tim khusus (timsus).

Timsus ini bertugas untuk keliling Kota Prabumulih guna menyosialisasikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

“Selagi ini diusulkan, kalau kemarin seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di saat membagikan masker 37 ribu, dia langsung menyosialisasikan protokol kesehatan. Nah ini  kita bentuk tim khusus untuk keliling-keliling,” ujar Ridho Yahya kepada wartawan, Senin (27/4).

Baca Juga : Akhirnya Wako Prabumulih dan Forkompinda Usulkan PSBB

Tim khusus, tersebut sambung orang nomor satu di Kota Prabumulih ini, terdiri atas Dinas Perhubungan (Dishub), Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Linmas.

“Mereka bergerak untuk ikut mensosialisasikan, walaupun dari rumah kerumah sudah kita lakukan saat pembagian sembako kemarin,” ucapnya

Masih kata Ridho, jika saat ini masih ditemukan masyarakat yang tidak mengenakan masker serta tidak melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 itu. Artinya masyarakat tersebut bandel.

“Karena mengapa ya sudah kita lakukan dari rumah ke rumah sosialisasi ini,” cetusnya seraya menuturkan di Kota Prabumulih terdapat sekitar 47 ribu kepala keluarga sementara yang menerima bantuan sembako sebanyak 37 ribu.

“Artinya sudah sekitar 80 persen kita sosialisasikan masalah protokol kesehatan ini,” bebernya.

Lebih lanjut Ridho menuturkan, persiapan lain yang akan dilakukan pihaknya yakni merinci berapa biaya yang diperlukan.

“Disaat kita pengusulan tadi saya suruh pak Sekda dan Kabag Ops merinci berapa biayanya apa saja yang harus dilengkapi siapa tahu ini disetujui Menteri,” tandasnya.

Disinggung apakah akan melakukan uji coba sebelum dilakukan PSBB, secara tegas Ridho menuturkan pihaknya pasti akan melakukan percobaan. Tapi kata Ridho, percobaan akan diberlakukan setelah PSBB disetujui.

“Bukan uji coba diusulkan, uji coba setelah menteri kesehatan menyatakan disetujui Prabumulih dilakukan PSBB,” tegasnya. (wan)