#StayHome dengan Mengkhatam Alquran di Bulan Ramadan dan Raih Pahalanya

CORONA virus telah merubah hidup masyarakat dunia. Aktifitas dibatasi, masyarakat global dipaksakan menetap di rumah guna memutus mata rantai Covid-19 ini.

Bagi ummat muslim, tentu ini kesempatan terbaik, apalagi bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ya, bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, bulan diturunnya Alquran sebagai penerang hidup bagi uammat manusia. maka itu, lebih Afdal apabila kita gunakan momentum #Dirumahsaja dengan mengkhatam Alquran.

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang disanjung Allah dan dipilih oleh-Nya sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an. Hal inilah yang membuat bulan Ramadan menjadi istimewa. Tersurat dalam firman-Nya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil”

Kebanyakan orang bersemangat dan menargetkan diri untuk selesai 30 juz dalam bulan Ramadan. Lantas apakah hukum mengkhatamkan Al Qur’an dalam bulan Ramadan?

Syaikh Al Utsaimin dalam Majmu Fatawa wa Rasail menyebutkan bahwa mengkhatamkan Alquran pada bulan Ramadan adalah bukan sebuah kewajiban. Akan tetapi sebaiknya seseorang memperbanyak membaca Alquran dalam bulan Ramadan.

Anjuran Syeikh Utsaimin bukan anjuran biasa. Melain sebuah anjuran yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang mau memperbanyak membaca Alquran di bulan Ramadan. Membaca Alquran adalah salah satu amal saleh yang pahalanya  dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan perhuruf.

Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”

Jika pahala membaca Alquran pada bulan biasa saja dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, lantas bagaimana jika membacanya pada bulan suci ini? Tentu semakin tinggi kelipatan pahalanya.

Oleh sebab itu, meskipun mengkhatamkan Alquran dalam bulan Ramadan adalah tidak wajib, namun sangat disayangkan jika Ramadan dilewatkan begitu saja. (fjr/dal/fin)