Tidur Siang Dapat Kurangi Rasa Lelah Puasa

JAKARTA, PALPOS.ID – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Uni-versitas Hasanuddin, Prof Dr Veni Hadju M Sc PhD mengatakan, tidur siang yang efektif untuk kebugaran tubuh ditentukan dari lama dan waktu yang tepat. “Lama tidur itu 20 hingga 30 menit,” ujarnya.

Hindari tidur siang setelah pukul 15.00. Sebab bisa mengganggu waktu tidur malam. Selain itu, jika terlalu lama justru dapat menjadi masalah bagi kebugaran tubuh.

Prof Veni mengutarakan, tidur siang dikatakan mampu mengurangi rasa lelah karena proses dalam tubuh yang disebut, glukoneogenesis. Proses tersebut efektif jika dibarengi istirahat.

Proses glukoneogenesis itu adalah, adanya jumlah karbohidrat berkurang, sehingga tubuh mengambil jenis energi lain sebagai bahan bakar. Energi tersebut misalnya glukosa darisumber non-karbohidrat seperti asam amino.

“Di antara tanda-tanda-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan keesaan-Nya, yaitu tidur kalian di waktu malam dan tidur kalian di siang hari untuk beristirahat dari letihnya pekerjaan kalian. Di antara tanda-tanda-Nya bahwa Dia menjadikan siang agar kalian bergerak di muka bumi untuk mencari rezeki dari Rabb kalian. Sesungguhnya di dalam hal itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan dengan pendengaran yang penuh perhatian dan penerimaan.” (AQ Ar-Rum: 23). (*)

Dari proses itulah, selain mengurangi rasa lelah manfaat lainnya sebagai relaksasi. Hal lain yang didapatkan tubuh meningkatkan kewaspadaan dan kinerja, memperbaiki suasana hati, serta daya ingat yang lebih baik.

Terpisah, Wakil Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan, KH Amirullah Amri mengutarakan, tidur saat puasa yang dilakukan sewajarnya justru akan bernilai pahala. “Tidurnya yang berpuasa, ibadah. Diamnya, dihitung tasbih,” katanya.

Tidur siang sangat baik untuk betul-betul mencukupkan waktu tidur yang baik dan sehat. Itu karena malam banyak dihabiskan untuk menjalankan sunah rasul. (fajar)