Dua Alap-alap Motor di RS Pertamina Ditembak

Kedua pemain cuanmor Ripin dan Nopal yang diamankan di Mapolda Sumsel, Rabu (6/5)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan pengunjung RS Pertamina Plaju akhirnya terungkap. Dua pelaku dibekuk jajaran Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

Kedua alap-alap motor tersebut adalah Aripin alias Ipin (26), warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Lama, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Palembang dan M Nopal Mustakim (22), eks mahasiswa Universitas PGRI Palembang.

Dari kedua pelaku polisi menyita barang bukti motor Honda Beat nopol BG 5340 ACO warna hitam merah jambu. Motor tersebut milik korbannya pasien RS Pertamina Plaju bernama Arisky Efriandika (22), warga Jalan Bantan, RT 01/03, Kelurahan Bantan, Kecamatan Buai Muka Peliung, OKU Timur.

Kasubdit 3 Jatanras Kompol Suryadi SIk MH didampingi Kanit IV Kompol Zainuri SH menegaskan telah mengamankan dua pelaku curanmor yang mencuri motor pasien di RS Pertamina Plaju.

“Dua pelaku curanmor kita amankan ini, salah satunya resedivis kasus 3C, atas nama Ipin. Dengan kunci T pelaku Ipin mengambil motor di depan IGD yang tidak terawasi,” ungkapnya kepada Palpos.Id

Diteruskan perwira pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Palembang ini, dalam perjalanannya pelaku Ipin mengelabui rekannya Noval, bila motornya diamankan anggota Shabara.

“Pelaku Ipin ini berbohong, mengatakan motor Honda Beat curian telah diamankan anggota Shabara. Padahal motor curian itu disimpan di Km 5. Supaya hasilnya tidak dibagi dua, atau untuk pelaku Ipin sendiri,” katanya.

Suryadi juga mengatakan pelaku Ipin ini merupakan mantan napi yang baru bebas satu bulan dari Lapas Pakjo.

“Pelaku Ipin ini mantan napi kasus 3C yang baru bebas 1 bulan bebas bersyarat di tahun 2019. Soal bekas resedivis ini, dalam pemberkasan akan kita cantumkan, supaya hukumannya memberatkan,” terangnya.

Mengenai para napi yang baru bebas dan beraksi lagi, Suryadi menegaskan pihaknya akan menindak tegas terukur. Bila kedapatan lagi tentu mereka akan ditangkap dan ditahan kembali.

Sedangkan pengakuan Noval, eks mahasiswa ini mengaku DO dari kampus karena terkendala biaya. “Baru kali ini aku terlibat. Si Ipin ngomongnya motor itu ditahan anggota Shabara yang razia, rupaya disembunyikan,” ujarnya.

Ipin sendiri kesehariannya buruh bangunan mengaku, bilang motor itu ditahan polisi karena tidak tahan mendengar Noval nanya terus uang hasil jual motor itu.

“Motor belum sempat aku jual. Buat keperluan sehari-hari rencana uangnya,” ujarnya dengan mengenakan tongkat menahan kaki kanannya yang dilumpuhkan timah panas polisi.

Untuk diketahui, aksi curanmor itu terjadi Sabtu (02/05) yang lalu, sekitar pukul 05.10 WIB. Kedua pelaku Ripin dan Nopal berangkat berboncengan motor Honda Beat menuju ke RS Pertamina Plaju.

Saat melihat motor Honda Beat nopol BG 5340 ACO warna hitam merah jambu, Ripin mengajak untuk mengeksekusi motor tersebut.  Ripin yang memetik dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci T. Lalu motor berhasil dibobol dan dibawa kabur. (den)