Nekat Mudik, Bus AKAP Dipaksa Putar Balik

Bus yang diminta untuk putar balik oleh petugas di Gerbang Tol Kayuagung OKI, Minggu (17/05/2020). Foto humas pemkab OKI

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Petugas Pos Check Poin Pengamananan Operasi Ketupat Musi 2020 Gerbang Tol Kayuagung bersama petugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten OKI menghentikan bus Antar Kota antar Provinsi (AKAP) Pelangi asal Medan yang nekat mengantar penumpang dengan tujuan Pulau Jawa.

Bus ini terpaksa disuruh putar balik oleh petugas gabungan terdiri dari  Polri, Dishub, TNI, Sat Po, PP dan dinkes, karena baik penumpang maupun kendaraan tidak memiliki kelengkapan dokumen perjalanan.

“Pagi tadi petugas menghentikan bus yang nekat melintas karena tidak ada kelengkapan dokumen. Kita minta putar balik,” ungkap Kadishub OKI Antonio Ramadan, Minggu (17/05/2020).

Anton menuturkan, kebijakan itu dilaksanakan berdasarkan 3 (tiga) aturan antara lain, Surat Edaran (SE) Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, serta Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 thn 2020 tentang Pengendalian  Transportasi selama masa Mudik Idul Fitri tahun 1441 H yang ditindaklanjuti Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat.

Berdasarkan aturan itu tambah Anton pihaknya akan mengintensifkan penjagaan di 6 (enam) check poin jalur darat maupun jalur sungai yang ada di Kabupaten OKI. “Untuk pos cek point jalan raya lokasinya di gerbang tol pedu, gerbang tol Kayuagung dan wilayah Mesuji. Sedangkan pos dermaga sungai lokasinya di Tulung Selapan, dermaga Sungai Lumpur dan dermaga Sungai Baung Air Sugihan,” ujar dia.

Upaya ini tambah Anton untuk memutus penyebaran Covid-19, sehingga penyebarannya dapat diminimalisir. “Sama-sama kita jaga saudara kita agar tidak terpapar dari Covid 19. Tentu dengan disiplin tidak mudik,” harapnya.

Kepada masyarakat OKI diperantauan Pemkab OKI ujar Anton mengimbau agar menunda mudik lebaran selama masa pandemi Covid- 19.

“Dengan tidak mudik kita dapat mengurangi penyebaran Covid-19, bagi masyarakat yg terpaksa melakukan perjalanan agar tetap mengikuti protokoler kesehatan yg telah ditetapkan oleh gugus tugas penanganan covid 19,” tutupnya. (nur/rilis)