FKG Minta Bupati Tindak Tegas Provokator Kades Pinang Banjar

Forum Kades Gelumbang yang tergabung dalam forum kades se-Kecamatan Gelumbang menemui Plt Bupati Muara Enim mengadukan nasib rekannya Kades Pinang Banjar, Rabu (20/05).

MUARA ENIM, PALPOS.ID -Sebanyak 19 Kades yang tergabung dalam Forum Kepala Desa Kecamatan Gelumbang (FKG)  mendatangi dan meminta Plt Bupati Muara Enim menindak tegas secara hukum terhadap pelaku provokator terhadap rekannya Kades Pinang Banjar di ruang rapat Pemkab Muara Enim, Rabu (20/5).

“Atas kejadian semalam, kami seluruh Kades se-Kecamatan Gelumbang resah karena takut berimbas dengan kami. Jangan sampai ada Pinang Banjar lainnya,” tegas Koordinator Forum Kades Gelumbang Sofian yang juga menjabat sebagai Kades Karang Endah Selatan, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Pihaknya prihatin atas kejadian yang menimpa rekan kami Kades Pinang Banjar Jon Kenedi. Dan salah satu pemicunya adalah masalah Sembako bantuan dari pemerintah yang diduga banyak tidak tepat sasaran yang datanya berasal dari pemerintah pusat.

Gara-gara hal tersebut, kata dia, masyarakat tersulut emosinya dan mengira adalah permainan Kades sehingga apapun yang dijelaskan oleh Kades maupun Tripika masyarakat tidak mau mendengarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Plt Bupati Muara Enim dan instansi terkait untuk mengusut tuntas provokator dan menindaknya secara hukum ynag berlaku. “Kami minta kepada Pak Bupati kedepan jika ada bantuan pastikan dahulu benar-benar ada sehingga tidak menimbulkan konflik dilapangan. Sebab kami sebagai Kades bisa-bisa menjadi korban,” jelas Sofian.

Masih dikatakan Sofian, DTKS yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk pemberian bantuan sosial kepada masyarakat itu ternyata banyak yang tidak relevan dan tidak tepat sasaran sehingga harus dilakukan verifikasi dan validasi data kembali.

Karena ketika di lapangan, ternyata nama-nama penerima tersebut ada yang sudah sejahtera, dan kebalikannya yang seharusnya layak menerima namun kenyataannya namanya tidak terdaftar sebagai penerima. Lalu ada juga yang namanya double sebagai penerima, ada yang sudah meninggal dan ada yang sudah pindah. Jadi sebaiknya data tersebut direvisi kembali sehingga benar-benar tepat sasaran.

Menanggapi aspirasi tersebut Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH didampingi Camat Sungai Rotan Plt Syarkowi dan Andi dari Dinsos Muara Enim, mengatakan bahwa pihaknya akan meminta instansi terkait untuk merevisi dan memvalidasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tersebut karena sebagian memang sudah tidak akurat lagi sehingga harus divalidasi seperti ada yang layak menerima tetapi tidak tercover, ada yang tidak layak tetapi tetap menerima, ada yang sudah meningaal, ada yang sudah pindah tetapi datanya masih ada sebagai penerima, bahkan ada namanya yang doble dalam satu desa.

Untuk itu memang perlu sekali dilakukan verifikasi perbaikan DTKS tersebut sehingga kedepan kesalahan kembali bisa dieliminir. Dan, untuk masalah Kades Pinang Banjar yang dipaksa berhenti oleh warganya, lanjut Juarsah, pihaknya tidak bisa begitu saja menerima pengunduran diri tersebut sebab segala sesuatu harus sesuai aturan.

Apalagi pengundurannya dibawah tekanan, tentu pihaknya akan menolak pengunduran diri tersebut. Dan adanya permintaan forum Kades se-Kecamatan Gelumbang untuk mengusut tuntas, tentu harus dilakukan apalagi jika sudah sampai melakukan tindakan anarkis.

Kepala BPMPD Muara Enim Drs H Emran Thabrani MSi, menambahkan bahwa verifikasi dan validasi data tersebut memang harus secepatnya dilakukan kembali sehingga kedepan penerima bantuan tersebut akan lebih tepat sasaran. Dan jika dilakukan pendataan petugas yang mendatanya harus didampingi kepala desa atau orang yang dipercaya Kades untuk memastikan para penerimanya sesuai kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara itu Kapolres Muara Enim AKBP Donni melalui Kasatreskrim AKP Dwi Satya, membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya telah mengamankan Kades Pinang Banjar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihaknya akan melakukan pengusutan baik dari masyarakat, Kades dan pihak terkait tentang masalah tersebut sehingga jelas.  Dalam pengusutan tersebut pihaknya akan melibatkan tim gabungan di Polres Muara Enim, Polsek Gelumbang, Polsek Sungai Rotan dan Polsek lainnya jika diperlukan.

“Ini kita akan usut tuntas, termasuk tuntutan warga dan provokatornya,” terang Dwi.(ozi)