Diduga Pembagian BLT tak Tepat Sasaran, Rumah dan Mobil Kades Dirusak Warga

Kapolres Muara Enim menenangkan masa di Desa Pinang Banjar, Jumat (23/05)..

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Diduga pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tidak tepat sasaran, warga dari beberapa desa di Kabupaten Muara Enim lakukan aksi. Namun di beberapa desa terjadi tindakan anarkis warga yang membuat situasi memanas menjelang hari raya Idul Fitri ini.

Sebelumnya, warga Desa Pinang Banjar melakukan aksi meminta Kepala Desa (Kades) mundur dari jabatannya lantaran diduga tidak transparan. Kamis (21/05) siang, giliran masyarakat Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim melakukan aksi serupa.

BACA JUGA :

Informasi yang didapat, aksi tersebut pertama kali dilakukan oleh rombongan ibu-ibu dan pemuda mendatangi kediaman Kades Segayam Amirudin, mempertayakan pembagian bantuan sembako karena masyarakat banyak belum dapatkan bantuan sembako tersebut.
Selain itu, warga juga mempertanyakan ketidaktransparan data penerima BLT Dana Desa dan bantuan lainnya. Warga merasa pembagian bantuan BLT DD tidak tepat sasaran.

Dalam aksi tersebut berujung tindakan anarkis, rumah dan kendaraan mobil Kades Segayam rusak akibat lemparan batu. Dalam kejadian tersebut, anggota Polri bersama TNI langsung turun ke lapangan.

Selain Desa Pinang Banjar dan Segayam. Warga Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang menyampaikan aspirasi ke Pemerintahan Desa Teluk Limau. Namun dalam penyampaian aspirasi kondusif tidak sampai terjadi aksi tidakan anarkis.

Plt. Bupati Muara Enim, H. Juarsah bersama Asisten I, Kapolres Muara Enim, Dandim 0404, Pemerintahan Kecamatan Gelumbang, anggota DPRD Muara Enim berserta rombongan turun langsung menenangkan warga dan memberikan pemahanan.

Hingga berita ini ditulis, Jumat (22/05) petang, beredar kabar warga Pinang Banjar melakukan aksi demo karena tidak terima pihak kepolisian masih mencari provokator dari demo anarkis yang dilakukan oleh warga, hasilnya saat polisi mengamankan provokator namun warga menolak.

Bahkan situasi semakin anarkis dan satu motor milik Kades Pinang Banjar dibakar oleh warga. Hingga berita ini diturunkan kondisi Desa Teluk Limau, Pinang Bajar dan Segayam kondusif setelah Plt Bupati H Juarsah SH, Asisten I, Kapolres Muara Enim, Dandim 0404, Pemerintahan Kecamatan Gelumbang, anggota DPRD Muara Enim melakukan mediasi dan diterima masyarakat.

“Dari hasil mediasi masyarakat menerima. Intinya keinginan masyarakat keterbukaan, jangan ada ditutup-tutupi. Saat ini konflik sudah diatasi dan kondusif,” ujar anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Mukarto saat dihubungi melalui via telpon.

Wakapolres Muara Enim Kompol Tri Wahyudi, mengatakan dalam mengatasi konflik tersebut, Polres Muara Enim menurunkan tim dan dibackup tujuh Polsek. “Ada tujuh polsek yang membackup yakni Gunung Megang, Rambang Dangku, Lembak, Sungai Rotan, Rambang, Rambang Lubai dan Polsek Gelumbang,” terangnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, kondisi masih terus di pantau dan di Mapolres juga sudah dilakukan rapat terkini terkait personil yang disiapkan dan mengantisipasi hal yang tak diinginkan. “Mungkin ada tambahan personil ataupun pergantian dengan yang ada di lokasi,” tuturnya.

Plt. Bupati Muara Enim H. Juarsah SH meminta kepada pemerintah desa untuk tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Dan kalau ada masukan dari masyarakat atau BPD tolong di akomodir dan masyarakat harap menahan diri,” ungkapnya.

Dirinya meminta kepada warga untuk menyudahi konfflik dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan bahkan sampai menjadi anarkis karena itu akan diselali dikemudian hari. “Karena kalau sudah berkaitan dengan hukum maka semua pihak tentunya akan dirugikan,” tukasnya.

Juarsah mengajak masyarakat untuk menenangkan diri dan mendinginkan kepala di bulan suci ramadhan ini. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan lalu terhindar dari masalah.(ozi)