Beras tak Layak Konsumsi Diduga Dibagikan kepada Warga

Kasi Intel Kejari Baturaja, Abu Nawas saat menerima sekelompok LSM yang mengadukan soal adanya beras tak layak konsumsi yang dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19, Selasa (26/05/2020). Foto eko/Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Derita masyarakat Kabupaten OKU terdampak Covid-19 makin nestapa.

Diduga ulah oknum tidak bertanggungjawab, salah satu item dari 20 ribu paket sembako dibagikan Pemkab OKU melalui Dinas Sosial, yakni beras dinilai tidak layak konsumsi.

“Beras tersebut berwarna kecokelatan, menggumpal dan bau,” sesal Doni, salah satu warga Baturaja, Selasa (26/05/2020).

Salah satuisatu paket sembako yakni beras, memang dibagikan Pemkab OKU melalui Dinsos OKU, hanya saja pengadaan beras tersebut menunjuk Perum Bulog OKU sebagai perusahaan pengadaan beras untuk masyarakat terdampak Covid -19.

“Kami menduga beras itu stok lama yang dijual kembali,” terang Doni.

Sementara Kadinsos OKU, Syaiful Kamal SKM MEpid, saat dikonfirmasi membenarkan jika ada temuan beras yang disalurkan Bulog OKU diduga tidak layak konsumsi.

“Berasnya sudah ditukar dengan yang baru,” ungkap Syaiful.

Diungkapkan Syaiful, pihaknya memang menunjuk Perum Bulog OKU untuk menyediakan 20 ribu paket sembako berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Terpisah, Kepala Bulog OKU, Deni Laksana Putra mengakui, jika pihaknya menerima orderan beras 20 ribu paket sembako berupa beras. Harganya Rp 11 ribu/kg dan kualitas yang didistribusikan sebagian memiliki mutu yang rendah. “Kita telah mengganti beras tersebut dengan beras yang baru,” terang Deni.

Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Bayu Pramesti melalui Kasi Intel Kejari OKU, Abu Nawas, mengakui jika beras tersebut tidak layak konsumsi.

“Menurut anggapan saya kalau beras tersebut bukan rusak karena faktor alam atau kehujanan. Namun memang kualitas beras itu sangat tidak layak konsumsi dan melukai hati masyarakat OKU,” terang Abu.

Ditegaskan Abu, jika memang terjadi pelanggaran dalam proses pembagian sembako, pihaknya akan melakukan penyelidikan. “Akan membawa masalah ini ke ranah hukum,” tukas Abu. (*)