Pemasukan Merosot Tajam, Objek Wisata Sepi Pengunjung

Beberapa wisatawan nampak berfoto di objek wisata Green Paradise Dusun Sukarami, Selasa (26/05/2020). Foto efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat menahan diri untuk berwisata, meskipun libur lebaran. Efeknya income (pendapatan) yang didapat pengusaha objek wisata merosot tajam.

Kebun jeruk gergah di Dusun Gunung Agung Tengah, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara misalnya. Saat libur lebaran kemarin, jumlah wisatawan yang datang ke kebun ini sangat sedikit.

“Sepi sekali. Rata-rata jumlah wisatawan itu di bawah lima orang per harinya,” ujar Sidarhan, pemilik kebun jeruk gergah, dihubungi Palpos.ID, Selasa (26/05/2020).

Diakui Sidar, kondisi itu merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Pandem ini membuat wisatawan menahan diri untuk berwisata. Akibatnya objek wisata yang biasanya ramai jadi sepi. “Kalau libur lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang per hari,” imbuh Sidar.

Sidar menyebutkan, sepinya pengunjung atau wisatawan ini membuat income (pendapatan) usahanya menjadi berkurang. Saat libur lebaran tahun lalu katanya income yang didapat bisa mencapai 6 juta per hari dari hasil penjualan tiket. Sedangkan kini income yang didapat tidak bisa sebesar itu lagi. “Kalau pengunjung cuman lima orang, ya pendapatan yang kita dapat sedikit,” ujarnya.

Beruntung Sidar menambahkan, penjualan jeruk gergah ke luar Pagaralam seperti ke Palembang masih lancar jaya. Penjualan jeruk ke Palembang katanya mencapai 600 Kg per hari. Keuntungan dari penjualan ini lanjut dia, masih bisa membuat usahanya bergerak.

Sepinya pengunjung juga melanda Green Paradise (GP) di Dusun Sukarami Kelurahan Muara Siban. Owner GP Zamhari Hamka mengatakan, kunjungan wisatawan saat libur lebaran melorot sampai 90 persen. Ini lanjut Syam, merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang membuat ruang gerak masyarakat terbatas.

“Kemarin ada sekitar 100 orang. Tak bisa dibandingkan dengan tahun lalu yang jumlah wisatawannya mencapai ribuan per hari,” ujarnya, Selasa (26/05/2020).

Kunjungan wisatawan dari luar Pagaralam tidak terlihat. Berdasarkan pengamatan Syam, wisatawan datang ke GP adalah lokal. Ini merupakan dampak dari pelarangan aktivitas mudik. “Orang-orang dari luar kan tidak boleh masuk,” ujarnya. (*)