Baru Bebas dari Lapas, Ditangkap Lagi

Ali Umar yang ditangkap lagi karena kasus serupa yakni penipuan.

PALEMBANG, PALPOS.ID – Baru bebas tiga hari dari Lapas Pakjo Palembang, karena mendapat remisi hari raya Lebaran 1441 hijriyah. Seorang napi kasus penipuan Ali Umar (49), terpaksa kembali diciduk Unit 1 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Selasa (26/05).

Dia dibekuk atas kasus serupa penipuan dan pengelapan. Ada pun pelapor dalam kasus penipuan ini Asutra Ulesko SH (32), advokat yang tinggal di Jalan Lingkar Istana, No 01, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Peristiwanya sendiri terjadi di PT Surya Bumi Agro Langgeng, Desa Taik, Kecamatan Penukal Abab, PALI. Laporannya dilayangkan nomor : LPB/931/VI/2018/Sumsel/SPKT/ 21 November 2018.

Kejadiannya berawal dari tersangka Ali Umar merupakan karyawan selaku Kepala Logistik di PT Surya Bumi Agro Langgeng atau PT SBAL, lalu ada pembeli atas bernama Riduan, berupa barang cangkang kelap sawit.

Cangkang kelapa sawit itu dibelinya sebanyak 500 tonase di PT SBAL. Dalam perjalanannya, oleh tersangka Ali warga Jalan Bukit Lebar, No 18, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, transaksi pembelian itu direkayasa, dengan cara memalsukan surat DO milik pembeli Riduan.

Dengan pemalsuan surat DO ini, tersangka Ali dapat mengeluarkan cangkang kelapa sawit milik PT SBAL. Lalu tersangka menjualnya. Belakangan saat akan mengambil barang cangkang sawit, Riduan mengetahui barangnya sudah dijual tersangka.

Tak ayal, Ridwan pun rugi dan menuntut ganti rugi berupa cangkang kelapa sawit dengan PT SBAL. Hingga kejadian itu diketahui pihak perusahaan, yang mengakibatkan Riduan rugi sebesar Rp 260 juta.

Kanit I Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Antoni Adhi SH MH didampingi Iptu Najamudin SH dan Katim 1 Aiptu Heri Kusuma alias Heri Gondrong menegaskan telah mengamankan napi yang baru keluar dari lapas.

“Betul kita telah melakukan penangkapan terhadap pelaku Ali Umar atas perkara tindak pidana pemalsuan surat atau memberikan keterangan palsu di atas akta otentik,” ungkap Heri Gondrong.

Atas tindakannya itu pelaku terancam pasal 263 KUHp dan pasal 266 KUHP dengan ancaman 4 tahun pidana penjara.

Tersangka Ali Umar juga baru saja bebas tanggal 24 Mei 2020 dari Lapas Pakjo. “Kasus sebelumnya karena sama penipuan dan pemerasan terhadap seorang kontraktor. Tersangka pun divonis 2,5 tahun bersalah. Nah dia mendapat remisi hari raya Idulfitri 1441 hijriah, bebas, lalu kami tangkap lagi,” jelasnya kepada Palpos.Id

Dari pelaku, Antoni juga menyita barang bukti, surat DO, kontrak pembelian bukti transfer pembelian, serta hasil pemeriksaan labfor akan tanda tangan korban yang dipalsukan tersangka. (*)