Dishub Minta PT Titan Beri Sanksi ke Transportir Batubara

Angkutan batubara parkir d ijalan umum hingga ‘memakan’ badan jalan di Muara Enim, Rabu (27/05/2020). Foto lukman/Palpos.ID

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Banyaknya angkutan batubara parkir sembarangan dalam Kota Muara Enim, membuat Dinas Perhubungan Muara Enim geram. Pasalnya tranportir angkutan batubara dibawah naungan PT Titan parkir sembarangan di Jenderal Sudirman hingga berhar-hari.

Akibat ulah sopir, Dinas Perhubungan melayangkan surat kepada manajemen PT Titan dengan Nomor 551.11/938/ Dishub/2020 tentang larangan parkir  truk angkutan batubara dibadan jalan.

“Dalam surat tersebut tertuang meminta kepada PT Servo Lintas Raya (Titan) agar dapat  memberikan terguran dan memberikan sanksi terhadap transportir yang melanggar dibawah naungan PT PT Servo Lintas Raya (Titan),” ujar Kadishub Muara Enim H Riswandar SH MH melalui Kabid Transportasi dan Angkutan Jalan Akhmad Junaini, Rabu (27/05/2020).

Berkaitan hal tersebut, kata dia, dilapangan masih banyak ditemukan angkutan batubara melanggar ketentuan operasional sebelum pukul 18.00 WIB dan ketentuan larangan parkir ditepi jalan umum serta parkir  di badan jalan dalam wilayah Kabupaten Muara Enim.

“Yang melarang rata-rata angkutan batubara tanpa muatan perkir dekat kawasan Gor Pancasila dan jalan SMB II tepatnya didepan asrama Polri. Parahnya lagi kendaraan tersebut dipakirkan dalam waktu sehari hingga dua hari. Dan hari ini kita sudah layangkan surat ke PT Servo Lintas Raya (Titan),” jelasnya.

Ketika ditanya jika angkutan truk batubara masih melanggar? Akhmad Junaini mengatakan, setelah diberikan peringatan masih membandel, pihaknya akan memberikan tindakan tegas. “Jangan coba-coba, kita kempesin semua angin ban mobil,” tegasnya.

Sementara Humas PT Titan Yayan Suhendri SH dikonfirmasi menjelaskan, sesuai sop perusahaan seluruh transportir melakukan operasional sesuai surat edaran Dishub Sumsel dan selalu memberikan peringatan dan sanksi apabila masih didapati oknum sopir melakukan pelanggaran jam operasional dan parkir pinggir jalan raya.

“Setiap hari kita rapat terkait operasinal, dan ditegaskan aturan-aturan berlalu lintas baik dijalan raya maupun jalan khusus batubara. Apabila melanggar diberikan sanksi pencabutan kimper dan pemutusan hubungan kerja bagi sopir yang melanggar,” jelasnya. (man)