Kabupaten OKU Belum Berencana Terapkan PSBB

Tim Satgas Covid-19 OKU memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (17/05/2020). Foto eko/Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Meskipun saat ini jumlah penderita Covid-19 terus bertambah, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU belum berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 OKU, Rozali, saat menggelar press rilis di gedung Sanggar Kesenian Baturaja (SKB), Rabu (27/05/2020).

Dijelaskan Rozali, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menetapkan PSPB di sebuah wilayah antara lain terjadinya jumlah kasus penyebaran transmisi lokal yang meningkat secara masif hampir di seluruh kecamatan dalam kurun waktu tertentu dan jumlah kematian akibat Covid-19 meningkat secara signifikan.

Disamping itu kesediaan kabupaten/kota itu sendiri untuk kemudian diusulkan ke provinsi selanjutnya diteruskan ke Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Pusat untuk diverifikasi. Dan apabila memenuhi persyaratan maka akan dikeluarkan surat persetujuan PSBB dari pusat untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati.

Sementara itu untuk saat ini Kabupaten OKU belum ada yang meninggal dunia akibat Covid-19. “Kita berharap dan berdoa mudah-mudahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten OKU cukup sampai disini dan segera berakhir, kuncinya adalah disiplin dan kesadaran individu masing-masing,” tegas Sekretaris Dinas Kesehatan OKU itu.

Sementara itu sampai pukul 10.00 WIB, jumlah warga OKU yang terpapar corona masih belum bertambah, yakni 33 orang dimana empat orang dinyatakan sembuh. Sedangkan ODP sebanyak 151 orang, 4 orang dalam pemantauan dan 147 selesai pemantauan. Kemudian jumlah PDP 8 orang.

“Tim humas satgas Covid-19 Kabupaten OKU menghimbau agar warga untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah, jangan panik, tingkatkan imunitas tubuh, jaga kebersihan, pakailah masker jika berpergian/keluar rumah, serta jika tidak penting tetaplah tinggal dirumah (stay at home),” tandasnya. (eco)