Virus Covid-19, Wisatawan Turun hingga 95 Persen

Kondisi salah satu area objek wisata di Muaradua OKUS yang terlihat sangat sepi akibat dampak Covid-19, Rabu (27/05/2020). Foto kriss/Palpos.ID

MUARADUA, PALPOS.ID – Pandemi covid-19 mendera berbagai sektor. Salah satunya sektor pariwisata di Kabupaten OKU Selatan, khususnya objek wisata Danau Ranau.

Dimana objek wisata itu sepi pengunjung. Dari pantauan beberapa lokasi area objek wisata Danau Ranau, spot-spot wisata biasanya dipadati pengunjung seperti Pantai Pelangi, Pantai Bidadari, Icon Danau Ranau dan juga Villa Pusri kini kondisinya sepi.

Hanya nampak beberapa anggota Polisi dan TNI berjaga-jaga di pintu masuk dan pintu keluar jalan wisata Danau Ranau. Tak ada lalu-lalang kendaraan dari luar daerah yang memadati kawasan wisata Danau Ranau, hanya ada lalu-lalang kendaraan warga setempat yang melintasi jalan wisata Danau Ranau. Itupun didominasi remaja usia sekolah.

Tak hanya itu pengusaha rumah makan dan usaha kecil menegah pun mengalami keterpurukan dampak dari Covid-19. Tak lazim seperti biasanya, dihari ke dua lebaran kunjungan wisatawan ke Danau Ranau tetap sepi, padahal biasanya pada hari ke dua lebaran jalan-jalan protokol seperti jalan Akmal, jalan HOS Cokro Aminoto dalam kelurahan Bandar Agung yang kerap dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat dari luar daerah.

Kepala UPTD Parawisata Kecamatan Banding Agung, Bunyamin mengatakan, kunjungan wisata Hari Raya Idul Fitri 1441 H sepi. Wahana permainan milik dinas Pariwisata seperti Jet Ski, Banana Boad sejak pandemi Covid-19 sudah disimpan di gudang dan tidak melayani wisatawan.

“Sejak pademi Covid-19, wahana permainan milik dinas Pariwisata sudah di gudangkan dan tidak melayani wisatawan. Kunjungan wisatapun menurun drastis hingga 95 persen,” ujarnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat, H Riadi mengatakan dalam sejarah sejak dulu sampai sekarang baru tahun ini pada liburan lebaran wisata Danau Ranau sepi pengunjung.

“Baru kali ini pada libur lebaran jalan-jalan dan objek wisata sepi pengunjung, biasanya tiga hari sebelum dan tiga hari setelah lebaran jalan-jalan sudah di padati kendaraan dari luar daerah baik roda dua dan roda empat,” ujarnya. (tian)