Wagub Sumsel Melayat dan Berikan Bantuan Korban Tragedi Ketek

Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H Mawardi Yahya menyempatkan diri untuk melayat pemakaman terhadap empat warga yang menjadi korban tragedi ketek di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (27/5/20)

INDRALAYA, PALPOS.ID – Di tengah kesibukan menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H. Mawardi Yahya menyempatkan diri untuk melayat pemakaman terhadap empat warga yang menjadi korban tragedi ketek di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (27/5/20).

BACA JUGA :

Di kesempatan itu juga mantan Bupati OI dua periode itu memberikan bantuan materi kepada keluarga korban. Kehadiran Wagub Sumsel H Mawardi Yahya yang didampingi Karo Hukum Pemprop Ardani Husin dan Kasubag Protokol Sunarto itu disambut baik oleh ratusan pelayat yang bersiap-siap untuk mensolatkan para korban di Masjid Al Marwah Desa Tanjung Atap Barat.

Terdapat tiga keranda yang berisi 3 jasad korban di Masjid Al Marwah tersebut, yaitu Wiwin A Gani (31), Azan Purba (30) warga Desa Tanjung Atap Barat dan Rafiqoh (35) beralamat di Desa Tanjung Atap. Sementara satu mayat lagi korban tragedi ketek, Deti (25) warga Kelurahan Tanjung Batu yang juga sempat dikunjungi Wagub Sumsel dan rombongan sembari memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga.

Ketika menyampaikan sambutan lisan dihadapan ratusan pelayat di Masjid Al Marwah Desa Tanjung Atap Barat, Wagub Sumsel H Mawardi Yahya menyatakan turut berbelasungkawa atas peristiwa yang dialami oleh para korban. Menurutnya kejadian kecelakaan itu merupakan  sebuah musibah yang bisa menimpa siapa saja.

“Selaku insan beriman kita harus percaya, bila setiap hambah Allah pasti akan mengalami peristiwa, yang terpenting kita selaku istiqomah dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini,” imbau Mawardi.

Mawardi juga mengajak kepada seluruh pelayat untuk mendoakan para korban ini supaya segala dosa selama hidup diampuni Allah swt serta diterima amal baiknya. “Kita doakan para korban ini mendapat tempat yang layak di sisi Allah swt, apalagi mereka ini bertugas sebagai guru di pesantren di Kelurahan Tanjung Batu,”ujarnya. (*)