Jasad Serang Speedboat yang Menghantam Tiang Jembatan Sakatiga Ditemukan

Evakuasi jasad serang speedboat, Kamis (28.05). foto : basarnas for palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Sekitar 24 jam, jasad Serang kapal cepat atau speedboat yang mengalami kecelakaan di bawah Jembatan Sakatiga Lama, Kabupaten Ogan Ilir, akhirnya ditemukan, Kamis (28/5/2020), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kecelakaan itu terjadi, Rabu (27/05), sekitar pukul 13.00 WIB, akibat speedboat menghantam tiang jembatan Sakatiga Lama, Indralaya.

Kepala BPBD Ogan Ilir, Jamhuri, membenarkan adanya penemuan serang tersebut. Mayatnya ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.

Identitas jenazah bernama Beni (35), warga Desa Terusan Jawa, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Jenazah korban sendiri sudah dibawa ke RSUD Ogan Ilir, untuk dibawa ke kampung halamannya.

Kapolsek Indralaya, AKP Helmi Ardiyansah, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dari pemeriksaan sementara, kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal.

“Ada benturan di kepala korban, diduga membentur tiang penyangga jembatan tersebut,” ujarnya.

Dari hasil keterangan saksi, korban memang mengendarai speedboat ke Kabupaten Ogan Ilir untuk bersilaturahmi. Hanya silaturahmi ke tempat keluarganya saja. Keluarga juga menolak diotopsi.

Sebelumnya, sebuah kapal cepat (speedboat) menghantam besi penyangga Jembatan Sakatiga Lama, tak jauh dari Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (27/5/2020). Akibat kejadian tersebut, speedboat itu mengalami rusak di bagian depan dan mesin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, awalnya para serang (pengemudi) speedboat memang sering terlihat di jembatan tersebut. Mereka memang sering nongkrong di jembatan, untuk melayani masyarakat yang ingin menyusuri aliran sungai Kelekar itu.

Hal tersebut memang jadi tradisi masyarakat di sana, saat lebaran.
Itulah yang membuat tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Ogan Ilir, melakukan sosialisasi untuk tidak melakukan tradisi tersebut di tengah Pandemi ini.

“Kami sedang sosialisasi itu, karena situasi Covid-19 itu. Setelah pulang ke posko, kami mendengar kabar jika ada speedboat menabrak jembatan Sakatiga,” ujar Heny, dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Ogan Ilir.

Saat menabrak jembatan Sakatiga lama itu, serang sudah terlebih dahulu menghantam besi jembatan dan tercebur ke sungai. Sedangkan kernetnya, kabur melarikan diri usai mengalami kecelakaan tersebut.

“Saksi kabur meninggalkan speedboatnya. Sedangkan si supir (serang), belum jelas ke mana,” jelasnya.

Pihak BPBD Ogan Ilir, Dinas Perhubungan Ogan Ilir, Kepolisian, TNI dan unsur Gugus Tugas telah berkali-kali mengimbau serang speedboat di sana untuk tidak beroperasi terlebih dahulu.

Namun masih saja mereka beroperasi meski telah dilakukan imbauan dan tindakan persuasif dari petugas.

“Sudah kita imbau dan susuri aliran Sungai ini , dan akan kita lakukan terus menerus selama Pandemi,” ujar Kasat Pol PP Ogan Ilir Ahmad Fauzi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir, Irawan. (*)