Siaga Bencana Asap, Pemkab Siapkan 50 Embung

Sekda Muara Enim H Hasanudin Msi memimpin rapat membahas Karhutla, Kamis (28/05/2020). Foto humas pemkab muara enim

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Persiapan menghadapi bencana kemarau dan penetapan status siaga darurat bencana asap Kabupaten Muara Enim berencana siapkan 50 embung.

“Minimal 50 titik dengan jarak 50 meter diantara Embung di daerah rawan terjadi Karhutla seperti di Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan dan Muara Belida,” ungkap Sekda Muara Enim H Hasanudin Msi, saat memimpin rapat Karhutla, Kamis (28/05/2020).

Lanjutnya, disamping peralatan lengkap dan siap pakai yang terpenting harus membuat Embung atau Cekungan penampungan air. Terhitung tanggal 2 Juni – 31 Oktober 2020, kata dia, sesuai kesepakatan bersama ditetapkan sebagai tanggal penetapan status siaga darurat bencana asap akibat Karhutla. “Pembentukan posko komando atau gugus tugas penanganan Karhutla mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Desa,” bebernya.

Dengan persiapan diawal, dirinya berharap semua hal yang dibutuhkan bisa segera dipenuhi sehingga penanganannya bisa lebih baik. “Tentunya ini harus kerjasama semua pihak, Pemda dibantu dengan TNI dan Polri serta seluruh aspek masyarakat,” ungkapnya.

Senada disampaikan Wakapolres Muara Enim Kompol Tri Wahyudi, setuju kalau penetapan status siaga dimulai tanggal 02 Juni ini. “Mengingat hal tersebut akan menjadi dasar percepatan persiapan operasi terkait penanganan Karhutla ini,” tegasnya.

Lanjutnya, dari pengalaman sebelumnya yang tak kalah penting yakni Posko lengkap dengan monitoring, baik mengenai arah angin, titik api dan hal terkait lainnya. “Kemudian tempat rapat khusus Karhutla guna untuk mempermudah koordinasi, sebaiknya di sekitaran lokasi daerah rawan karhutla,” terangnya.

Sementara Kasdim 0404 Muara Enim Mayor Inf Sugeng, menyarankan agar di setiap desa yang rawan terjadi Karhutla agar dibentuk tim penanganan Karhutla.

“Sehingga di waktu terjadi Karhutla tim bisa langsung bergerak tanpa menunggu tim dari Kabupaten, sehingga bisa teratasi sebelum menyebar,” sarannya. (*)