Dodi DJ Tewas Bersimbah Darah di Warung Kopi

Lokasi ditemukannya Dodi DJ tewas bersimbah darah, Jumat (29/05)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Penemuan mayat pemuda terkapar bersimbah darah di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kemas I, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur II, langsung diselidiki pihak Polsek Ilir Timur II Palembang.

Diketahui pemuda malang yang diduga tewas dibunuh itu ditemukan, Jumat (29/05), sekitar pukul 03.30 WIB, bernama Dodi Saputra alias Dodi DJ (26), warga Jalan Remipa, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang.

Kapolsek IT II, Kompol Rivanda, membenarkan adanya kejadian pembunuhan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban pertama kali ditemukan bersimbah darah oleh oleh Sukri dan Johan.

“Setelah mendapatkan laporan dari istri korban, Yuliana (26), anggota kita langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi di TKP,” ungkapnya.
Dikatakan Rivanda, dari tubuh korban terdapat lima luka tusukan, dan diamankan sati ponsel serta dempot milik korban.

“Untuk kepentingan pengembangan lebih lanjut, dan menguatkan dugaan korban meninggal akibat dibunuh, jenazahnya langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.

Sementara itu, dari hasil keterangan beberapa saksi di lapangan, korban datang ke TKP menggunakan sepeda motor milik saksi Herman. Sesampai di TKP korban ke warung kopi milik saksi Sukri dan Johan.

“Sesampainya di TKP saksi Sukri dan Johan melihat korban datang dan langsung tergeletak bersimbah darah. Melihat hal tersebut kedua saksi memberitahukan kejadian tersebut ke warga sekitar dan kemudian melapor ke Polsek IT II Palembang,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelakunya sendiri masih lidik. “Untuk pelakunya sendiri kita belum mengetahuinya, sehingga butuh waktu mengungkap dan mengumpulkan bukti untuk bisa menangkap pelakunya,” aku dia.

Sementara itu, saksi Sukri mengatakan, jika korban datang dari dalam Lorong Kemas I ke warung kopi miliknya dan Johan. “Korban datang ke warung kopi kami, tapi pas datang dia ini langsung tergeletak dalam keadaan bersimbah darah dan hingga tak sadarkan diri kami perkirakan korban telah meninggal dunia,” jelas Sukri

“Melihat korban tergelak, saya langsung memberitahu kepada warga dan RT, lalu melapor ke Polsek,” tambah saksi Johan. (*)