Widodo : Lima ABK Tugboat Marina Positif Covid-19 

Proses evakuasi ABK TB Marina oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Satpolair Polda Sumsel, Kamis (28/05).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kapal Tugboat (TB) Marina 1626 yang berada di pesisir perairan Prajen, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin,  Kamis (28/05), sekitar pukul 09.00 WIB, terpaksa dihentikan waktu operasi berlayarnya.

Pasalnya 9 anak buah kapal atau ABK TB Marina 1626 disinyalir terpapar Covid-19. Pihak perusahaan telah melaporkannya, namun ironisnya tidak ada kapal atau perahu milik warga yang mau dan bisa disewa.

Dari informasi yang dihimpun Palpos.Id, akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Pencegahan Pandemi Covid 19. Laporan tersebut pagi itu juga direspon Satpolair Polda Sumsel, untuk melakukan bantuan penaganan ABK TB Marina 1626 ini.

Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol YS Widodo SIk didampingi Kasubdit Gakkum Polairud AKBP Rifka Fatoni SH menegaskan pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap ABK TB Marina 1626 Kamis pagi.

“Tadi pagi personil kita melakukan evakuasi 9 ABK dengan menggunakan APD sesuai standar, dengan menggunakan 2 unit kapal speedboat yang memang kita siapkan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Diteruskan Widodo kepada Palpos.Id, ABK TB Marina 1626 yang berada di pesisir perairan Prajen, Banyuasin itu diangkut ke Pelabuhan Boombaru Palembang.

“Dari 9 orang ABK, untuk saat ini, 5 di antaranya positif. Untuk 4 orang lagi akan menjalani pemeriksaan. Sekitar 2 jam perjalanan dari pesisir Prajen, Kecamatan Banyuasin I, akhirnya sampai di Boombaru,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi SIk saat dimintai keterangan perihal evakuasi ABK TB Marina 1626 hal itu ditangani langsung Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19.

“Selanjutnya para ABK ini akan menjalani perawatan medis dan isolasi di Wisma Atlit di Jakabaring Sport City. Mereka akan menjalani pemeriksaan rapid tes,” tukas Widodo.

TB Marina 1626 selama ini operasinya di wilayah pesisir, kerap digunakan untuk menarik tongkang bermuatan kayu dari hutan tanaman industri oleh perusahaan di wilayah Banyuasin dan Sumsel. (*)