Anggaran Covid Harusnya Ditambah, Untuk Pendampingan Bagi Kabupaten/Kota

Syaiful Padli, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel. foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli meminta kepada Pemprov Sumsel untuk menambah anggaran Covid-19 dari semula Rp 120 miliar menjadi Rp 500 miliar.

Anggaran itu bisa diberikan untuk pendampingan kabupaten/kota dalam jaring pengaman sosial dan recovery  ekonomi. “Dana Rp 120 miliar masih terlalu kecil. Harusnya pemprov bisa menambah lagi anggaran covid, paling tidak Rp 500 miliar dari APBD, sehingga penanganan covid bisa lebih maksimal. Bukankah anggaran kita cukup besar,” kata Syaiful, Senin (01/06/2020).

Sayangnya, kata Syaiful, sampai saat ini pihaknya belum diajak bicara soal pengalihan anggaran. ‘’Sampai hari ini yang ada baru pembicaraan Rp120 miliar, belum ada penambahan baru, belum ada pergeseran anggaran masih diangka Rp120 miliar,” katanya.

Bukan hanya itu saja, pihaknya juga meminta Pemprov memberikan dana pendampingan untuk kabupaten kota di Sumsel yang anggaran Covid-19 dan APBDnya kecil.

Berdasarkan data dari tiap daerah, total anggaran covid-19 yang dianggarkan kabupaten kota di Sumsel mencapai  Rp700 miliar. Dana  tersebut masih belum cukup untuk mengatasi covid yang ada.

‘’Oleh sebab itu dibutuhkan tambahan dana dari APBD provinsi khususnya untuk daerah yang dana covid-19nya masih minim,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel ini.

Bantuan pendampingan bagi kabupaten dari APBD Sumsel menurutnya sah-sah saja selama APBD Kabupaten kota kecil, kecuali kabupaten kota yang memiliki APBD yang besar. Apalagi dia menilai anggaran penanganan Covid-19 di Sumsel yang Rp120 miliar masih terlalu kecil.

Dia sudah mempertanyakan anggaran Rp120 miliar yang belum bertambah dengan pihak Pemprov Sumsel, dan dijawab pihak Pemprov Sumsel kalau Pemprov Sumsel bersifat koordinatif. ‘’Karena anggaran covid-19 ada dari pihak kabupaten dan kota di Sumsel,” tambahnya. (opa/rilis)