Bertugas Todongkan Senpi, Kebagian Emas dan Uang Rp4,5 Juta

Kasubdit 3 Jatanras Kompol Suryadi gelar ungkap kasus pelaku Hendri eksekutor bersenpi perampok toko emas, Senin (01/06).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Eksekutor perampokan yang menggasak 6,5 kg perhiasan emas senilai Rp 4,2 miliar di Toko Emas Cahya Murni Pasar Sungai Lilin Kabupaten Muba diciduk polisi. Dia adalah Hendriyadi (34) yang terpaksa duduk di kursi roda akibat terjangan tiga butir timah panas di kedua kakinya.

Polisi juga menyita barang bukti sepucuk senpi jenis revolver berikut 9 butir peluru serta sebilah pisau dengan sarung warna coklat. Selain itu, disita satu unit motor Suzuki Satria FU warna hitam list putih hasil kejahatan.

BACA JUGA :

“Seminggu habis kejadian perampokan di Toko Emas Cahya Murni di Pasar Sungai Lilin, aku melarikan diri ke Subang Jawa Barat di tempat kawan di sana. Tidak ada kerjaan di sana, pokoknya sembunyi,” ungkap Hendriyadi, Senin (01/06), sekitar pukul 10.00 WIB.

Hendriadi pun tidak mengelak, ia selaku eksekutor yang menodongkan senjata api kepada bos toko emas. “Aku todong pakai senpi yang punya toko emas, emas kami ambil semua sama uang Rp 45 juta. Terus kami kabur dan sempat membagi rata emas di Gandus,” ungkapnya.

Warga Desa Serian, Kelurahan Sungai Pinang, Ogan Ilir ini, uang hasil kejahatan telah sebagian digunakan untuk membeli motor dan kebutuhan sehari-hari.

“Ini ketiga kalinya aku berurusan sama polisi. Sebelumnya pernah ditahan karena kasus perkelahian selama 8 bulan, habis itu kasus curamor,” katanya.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIk didampingi Kanit IV Kompol Zainuri SH, menegaskan maka sudah 5 pelaku yang ditangkap, dari 8 pelaku perampokan toko emas di Pasar Sungai Lilin.

“Tinggal 3 pelaku lagi sudah kita terbitkan Daftar Pencarian Orang atau DPO. Ketiganya Umar, Sekar dan Joni, mereka ini ada yang resedivis juga pemian lama. Kita minta untuk segera menyerahkan diri saja. Karena sampai dimana pun mereka akan kita buru,” tegasnya.

Sedangkan pelaku Hendri ditangkap Sabtu 29 Mei 2020, di daerah Subang, Jawa Barat, selam dua bulan, ia tiggal di rumah temannya warga Indralaya, Ogan Ilir, juga seorang bandit kambuhan kasus bobol rumah sering beraksi di Jateng, TKP Jogjakarta.

“Dalam rekaman CCTV ia pakai jaket switer merah, Hendri mengawasi situasi dari warung kopi, setelah dirasa aman ia mengajak rekannya untuk masuk merampok,” katanya.

“Lalu mengeksekusi dengan menodongkan senpi, memecah kaca etalase, menggasak emas dan uang di laci toko emas,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus perampokan toko emas Cahaya Murni di Pasar Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (26/03),  pukul 12.15 WIB. Dengan lima dari delapan pelaku perampokan tersebut dapat ditangkap.

Ketiganya diketahui bernama M Nasir (42), warga Desa Pulau Raman Kecamatan Tanjung Raja Selatan Kabupaten Ogan Ilir; M. Ali (50), warga Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Lalu Pendi (49), warga Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Kota Palembang. Ketiga pelaku ditangkap dalam penyergapan sebuah mobil Toyota Avanza yang ditiumpangi ketiganya di Jalan Indralaya-Prabumulih dekat Indomaret Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Jumat, (27/03), sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam penyergapan itu, dua pelaku tewas usai bakub tembak, yakni pelaku M Ali dan Pendi. Sedangkan Nasir, nasibnya beruntung dibanding dua temannya. Nasir hanya dilumpuhkan anggota Subdit IV Jatanras Polda Sumsel, dengan peluru mendarat di kedua kakinya.

Polisi juga menyita mobil Toyota Avanza warna putih, satu pucuk senpira jenis Revolver, tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm, tujuh butir amunisi kaliber 9 mm, sebilah senjata tajam, dompet, sebo, tas pinggang, jam tangan dan dua kantong asoy berisi emas berat lebih kurang 1,5 Kg.

Seorang pelaku lagi atas nama Ali Aput (45), memilih menyerahkan diri. Warga Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, menyerahkan diri didampingi keluarganya di Rumah Makan Siang Malam Kota Prabumulih, Kamis (2/4), sekitar pukul 21.00 WIB.

Ali menyerahkan diri kepada Kompol H Surahman dari Bareskrim Mabes Polri didampingi Kanitreskrim Polsek Sungai Lilin Iptu Susilo dan personel Jatanras Polda Sumsel. Dari tangannya disita barang bukti berupa uang tunai Rp620 ribu, sepucuk senpira jenis pistol, dan 6 butir amunisi kaliber 3,8 MM. (*)