PSBB Diperpanjang, Disdik Palembang Revisi Lagi KBM  

Ratu Dewa, Sekda Kota Palembang. Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi memutuskan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dampak dilanjutkannya PSBB ini, Disdik Palembang  kembali merivisi jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk pelajar TK, SD, dan SMP.

BACA JUGA :

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan, sekolah belum akan dibuka selama masa PSBB. Kendati beberapa sektor ekonomi dan rumah ibadah, pemerintahan mulai dilakukan pelonggaran.

Karena PSBB bakal diperpanjang hingga dua pekan, kata Dewa, maka otomatis untuk sekolah juga dipastikan belum masuk pada 15 Juni ini. Siswa masih tetap belajar dari rumah.

“Yang masuk 3 Juni hari ini guru PNS karena mereka harus mempersiapkan pola belajar mengajar serta persiapan tes pengisian rapor dan lain sebagainya. Karena selama 3 bulan ini mereka telah libur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, jadwal masuk sekolah siswa akan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

“Memang kita memperhatikan arahan dari Menteri Pendidikan, Walikota, dan Sekda. Di edaran saya jelas, jika tidak memungkinkan akan kita tinjau ulang. Sebelumya kami sepakat tanggal 15 Juni 2020. Namun karena PSBB diperpanjang, jadi kita akan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19,” ungkap Zulinto.

Untuk tenaga pendidik mulai masuk hari ini, dikarenakan para guru harus mulai mempersiapkan administrasi seperti mulai mengisi raport siswa.

“Jadi hari ini para guru kita masukkan kembali karena banyak persiapan yang mesti guru lengkapi. Sesuai kalender pendidikan bahwa 5 Juni lulusan SMP, lanjut SD dan kita harus membagikan rapot. Sudah 3 bulan rasanya guru ini sudah melakukan secara virtual dan daring dari rumah, jadi laporan mereka harus dapatkan,” tuturnya.

Untuk setiap sekolah hanya 50 persen guru yang dimasukkan secara bergantian. “Bagi guru yang punya penyakit kronis seperti jantung, diabets dan lain-lain atau yang sedang hamil kita berikan dispensasi kegiatan dilakukan dari rumah,” kata dia.

Zulinto menerangkan, keputusan PSBB dilanjutkan karena berdasarkan oleh kajian akademisi kesehatan masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Sriwijaya, puncak penyebaran Covid-19 akan terjadi pada 8 Juni 2020.

“Karena PSBB lanjut, maka KBM dari rumah kita lanjutkan sampai tahun ajaran baru,” ujarnya. (*)