PSBB Palembang Diperpanjang hingga 16 Juni 2020

Wako Harnojoyo didampingi Wawako Fitri Agustinda memberikan keterangan Pers terkait PSBB tahap II, Selasa (2/6)

Pemkot Palembang Beri Kelonggaran PSBB Tahap II

PALEMBANG, PALPOS.ID – Berdasarkan hasil rapat evaluasi hari ini, Selasa (2/6), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memutuskan untuk memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. PSBB tahap II terhitung 2 Juni hingga 16 Juni 2020.

Walikota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, perpanjangan PSBB ini berdasarkan hasil berdasarkan kajian akademisi kesehatan masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Sriwijaya. Di mana, diprediksi puncak penyebaran Covid-19 akan terjadi pada 8 Juni 2020.

“Jadi kita perpanjang PSBB hingga 14 hari ke depan,” katanya usai melakukan keputusan rapat PSBB, Selasa (2/6/2020).

Dalam PSBB tahap II ini, tegas Harno, Tim Gugus Tugas akan menggunakan pola baru atau jemput bola. Jadi jika sebelumnya imbauan dan pemeriksaan difokuskan di titik cek point, dengan pola baru, Tim Gugus Tugas akan terjun langsung ke masyarakat dan pusat keramaian untuk mengampanyekan tentang protokol kesehatan.

“Jadi, jika selama ini kita hanya memberikan sosialisasi kepada masyarakat di tempat-tempat tertentu, utamanya di 13 chek point yang sudah kita laksanakan selama ini. Nah, untuk ke depan kita akan lebih banyak melibatkan semua unsur utamanya, TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya, untuk terjun langsung di tempat keramaian, untuk mengingkatkan kembali tentang protokol kesehatan,” ungkapnya.

Setelah 14 hari pelaksanaan PSBB kemarin, kata Harno, hasil dari prediski alhamdulillah kita bersyukur masyarakat yang memang tidak mempunyai kepentingan tidak keluar rumah. Indkatornya, 33 persen masyarakat berada dalam rumah, 16 persen berada di kantor, 15 persen kurang lebih pelayanan kesehatan, dan 5 persen masyarakat yang pergi ke pasar.

“Nah, ini artinya apa yang kita lakukan selama ini berhasil. Masyarakat sudah mematuhi peraturan yang ada, kalau tidak penting, tidak akan bepergian. Inilah salah satu upaya kita untuk menekan angka penyebaran virus Corona di Kota Palembang,” ucapnya.

Sementara di tempat yang sama Sekretaris Daerah Ratu Dewa mengatakan, PSBB tahap II ini tidak jauh berbeda dengan tahap I, hanya saja ada beberapa perubahan Peraturan Walikota (Perwali).

“Perubahan sosialisasi operasional sektor dari lima jam ke tujuh jam. Lalu masjid sudah dibuka, besok Forkompinda akan salat di Masjid Agung,” ujar Dewa.

Ia mengatakan, hal terpenting dalam PSBB tapan kedua adalah subtansi memperketat aparat di lapangan. Sosialisasi dilanjutkan dengan sistem menjemput bola. Pihak keamanan akan mendatangi toko serta mal dan tempat kerumunan.

“Besok secara mobile didahului oleh cek ke pasar dan mal oleh Forkompinda. Lanjut pembukaan rumah ibadah,” ungkapnya.

Pembukaan tempat ibadah seperti masjid masih tetap menggunakan protokol kesehatan. Fungsi Lurah dan Camat ditingkatkan dalam hal pengawasan penggunaan masjid.

“Masjid agung sebagai simbol, Forkompimda juga salat berjamaah di Masjid Agung Palembang besok. Tapi tetap ada jarak tempat ibadah selama dibuka,” tegasnya.

Ia menambahkan, tak hanya rumah ibadah yang dibuka, sektor-sektor juga diberi kelonggaran namun lebih disiplin protokol kesehatan.

“Sedang kita evaluasi, apa saja yang nanti akan diperbaiki, yang jelas ada kelonggaran namun protokol kesehatan yang diutamakan,” jelasnya. (*)