Siswa dan Guru Harus Jujur Jalani Ujian Semester di Rumah

Drs H Zulfikri MPd, Kepala SMK Negeri 5 Palembang. Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dimasa Pandemi Covid-19, tiga bulan siswa terpaksa belajar dalam jaringan atau daring. Begitu pula ujian semester, juga harus dilakukan dengan cara yang sama. Maka dari itu, seluruh siswa dan guru diminta untuk jujur jalani ujian semester.

Pasalnya, kurva penyebaran Virus Corona di Kota Palembang kini terus meningkat secara signifikan, bahkan sudah lebih dari 1.000 kasus positif. Berangkat dari hal tersebut, Ujian Semester jenjang SMK pada 15 Juni 2020 nanti, juga dilakukan secara daring oleh siswa dari rumah masing-masing.

“Ya, tahun ini ada 1.000 siswa yang ujian semester. Ini sebagai ujian kejujuran, karena mereka mengerjakan dari rumah masing-masing,” ujar Kepala SMK Negeri 5 Palembang Drs H Zulfikri MPd, Rabu (03/06/2020).

Ia tetap mengimbau bahwa siswa harus jujur mengerjakan karena demi karakter siswa itu sendiri dimasa mendatang. Pasalnya, proses ujian semester tahun ini tak bisa melihat apakah siswa mengerjakan sendiri atau mencontek buku atau yang lain.

Sementara Kepala SMK Negeri 7 Palembang H Suparman SPd MSi, sesuai dengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Sumsel H Riza Pahlevi, proses ujian semester yang merupakan kenaikan kelas dilakukan secara daring. “Kita serahkan sepenuhnya dengan guru, soal dan penilaiannya, karena guru yang lebih paham kondisi siswa masing-masing,” jelasnya.

Dan sebelum ujian semester, siswa sudah diberikan pembelajaran mengenai materi terkait. Apalagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu. Begitu juga media dalam proses ujian semester, bisa dilakukan dengan daring lewat Google Class Room, WhatsApp, Zoom maupun media lainnya.

“Kami berharap siswa juga serius dalam belajar karena meski dengan kondisi Pandemi Covid-19, namun siswa harus menguasai materi demi wawasan yang ada pada mereka yang nantinya akan menunjang masa depannya,” ujarnya.

Dirinya juga memberikan kepercayaan kepada guru agar dapat memberikan nilai siswa yang bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya, Suparman mengatakan para guru harus memanfaatkan kepercayaan ini dengan baik. (*)