BST Gelombang Kedua Diduga Tidak Tepat Sasaran

Warga mengambil BST di kanator Pos Jalan Merdeka Palembang, Sabtu (6/6)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial Republik Indonesia (kemensos) untuk masyarakat Kota Palembangi didugatidak tepat sasaran.

“Yang dapat kebanyakan orang-orang yang mampu, seperti yang punya kendaraan (mobil) jadi tidak merata dan tidak sesuai,” kata Yuni, Ketua RT di Kelurahan 5 Ilir Palembang, saat ditemui di Kantor Pos Jalan Merdeka, Sabtu, (06/06/2020).

Menurutnya, untuk data penerima dana bantuan BST sendiri langsung didata oleh pemerintah pusat. “Banyak warga yang kurang mampu dan tidak dapat bantuan protes ke kami, padahal sudah kami data sesuai kondisi dilapangan namun, fakta yang turun tidak sesuai data,” ketusnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, keluh kesah masyarakat mengenai bantuan ini tentu banyak diterima. Sebagai contoh, kecemburuan sosial mungkin terjadi di tingkat bawah saat melihat seorang yang dianggap mampu dan tengah terdampak. Terlepas dari pekerjaan dan pendapatan tidak ada, tetap bisa mendapatkan bantuan.

“Ke depan, pemerintah pusat harus lebih teliti agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepala kantor PT. Pos Indonesia Cabang Merdeka, Risdayati mengatakan, penerimaan BST ini sudah pada tahap gelombang kedua. Untuk kota Palembang sendiri mendapatkan bantuan sebanyak 15 ribu Kepala keluarga (KK). “Jumlah uang yang diterima Rp.600.000 per KK,” Katanya.(*)