KPU OKU Lakukan Revisi Anggaran dan Jumlah TPS

Naning Wijaya

BATURAJA, PALPOS.ID – Untuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Komisi Pemilihan Umum (KPU) disibukan melakukan pemetaan penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan melakukan upaya revisi penganggaran dana penyelenggaraan pilkada pada Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU OKU, Naning Wijaya mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Antara lain pertama mengenai penambahan jumlah TPS. Pasalnya pada pelaksanaan Pilkada pada momentum Pandemi Covid-19 ini jumlah pemilih di TPS tidak boleh lebih dari 500 orang untuk satu TPS.

“Saat ini jumlah pemilih yang ada di TPS sesuai aturan makasimal sebanyak 800 orang untuk satu TPS. Ada juga TPS yang jumlah pemilihnya di bawah 500 orang. Makanya ini yang kita petakan. Sistemnya nanti subsidi silang. Ada yang dilakukan penambahan ada yang dilakukan penguranagan jumlah pemilih,” jelas Naning saat dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (05/05).

Ia mengaskan untuk saat ini jumlah TPS di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang itu sebanyak 718 TPS tersebar di 157 Kelurahan dan Desa yang ada di OKU.

Naning belum bisa memastikan secara rinci akan ada berapa banyak penambahan jumlah TPS. “Masih kita hitung. Mungkin ada penambahan namun jumlahnya tidak terlalu banyak, karena ada sekitar 70 TPS yang jumlah pemilihnya di bawah 500 orang. Jika ada penambahan TPS, secara otomatis akan terjadi penambahan jumlah kebutuhan Petugas TPS. Hal ini berdampak juga pada kebutuhan penganggaran,”jelas Naning.

Untuk itu lanjut dia, pihak KPU OKU, saat ini juga melakukan revisi anggaran pilkada. Terutama mengingat untuk penganggaran dana penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), untuk melaksanakan Pilkada. APD ini sementara dihitung sesuai dengan kebutuhan jumlah penyelenggara yang ada.

“Dana yang dibutuhkan untuk APD ini tentunya tidak sedikit. Paling tidak lebih kurang kebutuhan lebih kurang Rp 3 miliar. Untuk hal ini kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kab OKU,”tegasnya.

Disinggung mengenai ada tidak keakhwatiran pihak KPU akan berkurangnya minat pendaftar dalam rekrutmen petugas TPS di tengah Covid-19 yang terjadi saat ini, Naning menegaskan tidak ada keakhwatiran.

Ia optimis tidak akan berpengaruh. Untuk menyikapi hal ini mereka akan berkoordinasi dengan pihak berwenang seperti Gugus Tugas Penangan Covid-19 untuk memberikan pemahaman dan cara pemakaian APD yang baik dan benar kepada petugas atau penyelenggara pilkada.

“Kita juga berencana akan mendaftarakan penyelenggara pilkada pada kepesertaan BPJS Ketenaga Kerjaan. Kita optimis Pilkada akan berjalan dengan baik,” ungkapnya. (*)