Disdik Larang Sekolah Pungut Biaya Ambil Ijazah

Ahmad Zulinto, Kadisdik Kota Palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, melarang pihak sekolah memungut biaya pengambilan ijazah. Apalagi, saat ini menjelang pembagian ijazah untuk lulusan SMP dan SD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto mengatakan, setiap sekolah di Kota Palembang, tidak dibenarkan mengutip atau meminta uang penulisan ijazah kepada wali murid. “Masih sering didapatkan sekolah memungut uang kepada orang tua siswa yang besarnya sampai ratusan ribu rupiah. Ini harus dicegah karena semakin membebani orang tua siswa,” ungkapnya, Minggu (07/06/2020).

Ia menegaskan, semua biaya terkait dengan ijazah, mulai dari pengadaan, sampai penulisan dibiayai pemerintah melalui dana BOS. Karena itu, sekolah tidak memiliki alasan memungut uang kepada orang tua siswa untuk pengambilan ijazah.

“Biaya Penulisan Ijazah jangan dibebankan kepada siswa karena sangat memberatkan siswa. Terlebih ditengah wabah covid-19 ini banyak wali murid kehilangan pekerjaan. Kalau harus dibebani dengan biaya tersebut kasihan, mereka perlu biaya besar untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya,” tegas Zulinto.

Selain itu, tak hanya melarang pungutan pengambilan ijazah dan raport, Disdik juga melarang sekolah mengkoordinir pembelian map untuk ijazah. “Biarlah siswa membawa sendiri map untuk ijazahnya, tak perlu sekolah membeli dan menjualnya ke siswa,” terang Zulinto.

“Sekolah tak perlu menahan ijazah atau raport siswa karena alasan siswa yang bersangkutan masih memiliki tunggakan di sekolah,” terangnya.

Ditegaskan Zulinto, ijazah dan raport harus segera dibagikan kepada siswa agar mereka dapat melanjutkan sekolah. ‘’Apabila ijazah dan raport ditahan kasihan anak-anak ini terhambat untuk melanjutkan pendidikan baik ke SMA/SMK maupun sederajat,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai pembagian raport untuk SD dan SMP Negeri maupun Swasta pasca terpaparnya virus Corona ini dengan menggunakan Main Print yang digunakan sekolah masing-masing dari hasil mereka belajar di sekolah terdahulu dan hasil mereka belajar melalui dalam jaringan (daring).

‘’Nantinya pihak sekolah melalui wali kelas akan membagikan hasil nilai raport mereka melalu via email, WhatsApp (WA) guna untuk menghindari perkumpulan di sekolah,” tambahnya. (uci)