Petani di Ulu Ogan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Jasad korban visum di RSUD Baturaja, Minggu (7/6)

Ada Luka Tembak di Tubuhnya

BATURAJA, PALPOS.ID – Nasib nahas dialami Windri, warga Desa Medingin, Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten OKU. Pasalnya, petani ini ditemukan warga tewas bersimbah darah tergeletak di Jalan Lintas Sumatera Talang Seluai, Desa Belandangan, Kecamatan Ulu Ogan, Sabtu (06/07), sekitar pukul 23.00 WIB.

Diduga Windri menjadi korban pembunuhan. Indikasinya di tubuhnya ditemukan beberapa luka bekas penganian. Bahkan ada yang menyerupai seperti luka bekas tembakan.

Korban sendiri ditemukan warga yang sedang melintas di jalan itu, bersama satu sepeda motor miliknya di tengah jalan dengan darah yang masih segar membasahi bahu jalan.

Polisi dari Polsek Ulu Ogan yang mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan dan melakukan pemeriksaa luar spontan kaget karena tubuh korban dipenuhi luka. Sementara sepeda motor Honda Beat warna pink nopol BG 3631 FF dan dompet korban berisi uang Rp1,1 juta tidak hilang dibawa pelaku.

“Awalnya kita mengira korban tewas dibunuh begal. Namun kalau melihat kondisi korban dan barang-barangnya tidak ada yang hilang, maka besar kemungkinan Windri adalah korban pembunuhan murni,” tegas Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga, melalui Kapolsek Ulu Ogan, Iptu Eddi Hernata saat dikonfirmasi, Minggu (07/06).

Selanjutnya kata Kapolsek, jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk dilakukan visum luar.

Kapolsek menjelaskan dari hasil visum ditemukan beberapa luka. Luka pertama berada di dada korban diduga bekas tembakan atau benda tajam lainya serta di muka korban.

Saat ini anggota Polsek Ulu Ogan masih menyelidiki kasus tersebut dan mengumpulkan keterangan saksi termasuk istri korban. Polisi sendiri menduga korban pembunuhan berencana, sebab di TKP barang milik korban tak ada satupun hilang.

Sementara itu pantauan di kamar mayat RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, Minggu (07/06) pagi, tampak istri korban, Oktarini bersama kedua orang tuanya menangis karena tak menyangka korban tewas dengan cara mengenaskan seperti itu.

Oktarini mengaku mempunyai firasat buruk sejak beberapa hari belakangan serta dirinya susah makan. “Firasat ada, saya susah makan beberapa hari ini,” katanya.

Saat kejadian istrinya mengaku berada di rumah orang tuanya di Baturaja, sementara korban berada di desa dan barulah malamnya ke Baturaja untuk menjemputnya. (*)