Sempat Buron Dua Bulan, Pencuri Aset Pertamina Dibekuk

Yogi, pelaku pencurian aset Pertamina EP Asset 2 diamankan di Mapolres Prabumulih, Sabtu (6/6).

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Berakhir sudah pelarian Yogi Fernando (27), pelaku pencurian dinamo milik PT Pertamina Asset 2 Field Prabumulih.  Sempat buron selama 2 bulan, warga Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan ini bakal menyusul temannya Fitriadi (kini menjalani hukuman di Rutan).

Yogi diringkus Timsus Pertamina BKO Polres Prabumulih, saat bersembunyi di Losmen Rahayu Sentosa, Jalan Veteran, Kelurahan Pasar, Kecamatan Prabumulih Utara, Sabtu (06/06), sekitar pukul 22.30 WIB. Guna kepentingan penyidikan, tersangka langsung digelandang ke Mapolres Prabumulih.

Penangkapan Yogi ini bermula dari aksi pencurian yang dilakukannya pertengahan April 2020 yang lalu. Ketika itu, dia bersama rekannya Fitriadi mencuri dinamo milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Prabumulih di Km 1. Apesnya, saat sedang beraksi keduanya tepergok petugas sekuriti Pertamina. Ketika itu Fitriadi berhasil diringkus petugas, sementara Yogi berhasil kabur.

Pascakejadian itu, polisi terus memburu pelaku pencurian yang kabur tersebut. Hingga akhirnya, petugas mendapatkan informasi jika Yogi tengah berada disebuah penginapan yang ada di kawasan pasar. Tak menyia-nyiakan waktu, petugas langsung melakukan penggerebekan.

Tanpa perlawanan, pelaku pencurian aset negara tersebut berhasil diringkus lalu digelandang ke mapolres. Dihadapan petugas, Yogi mengakui perbuatannya tersebut. “Io pak memang aku samo Fitriadi yang maling, waktu itu kami ketahuan dio ketangkap dan aku berhasil meloloskan diri,” ujar Yogi kepada petugas yang mengintrogasinya.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Abdul Rahman MH ketika dikonfirmasi, membenarkan berhasil mengungkap kasus pencurian aset milik Pertamina.

“Tersangka sudah diamankan di Polres Prabumulih guna penyelidikan lebih lanjut, atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” ucapnya. (*)