Tiga Penodong di Jembatan Ampera Dibekuk, Masing-masing Diberi ”Bonus” 2 Peluru

Ketiga pelaku penodongan di Jembatan Ampera yang dibekuk Tim Resmob Polrestabes Palembang dengan kaki ditembak masing-masing dua peluru, Sabtu (6/6).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Tiga dari empat pelaku penodongan di Jembatan Ampera yang sudah sangat meresahkan masyarakat tekepor setelah kedua kaki masing-masing pelaku dihantam timah panas Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Palembang.

Ketiga tersangka adalah Yongki (21), Suhatmi alias Suhat (34), keduanya warga Jalan KH Azhari Lorong Kelekar, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, dan Indra alias Royo (41), warga Jalan KH Azhari Lorong Firma, Kelurahan 4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Kawanan pelaku penodongan ini diringkus saat nongkrong tak jauh dari kediamannya, Sabtu (6/6), sekitar pukul 21.30 WIB. Sementara, seorang pelaku lagi belum diketahui identitasnya dan masih dalam penyelidikan.

“Saat akan diamankan, ketiga pelaku berupaya kabur dan melawan petugas, sehingga kita lakukan tindakan tegas dan terukur di kaki mereka masing-masing,“ kata Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Katim Unit Resmob, Aipda Agus Akbar, Minggu (7/6).

Dikatakan Agus, para tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban, Iwan (57), tukang sol sepatu yang beralamat di Jalan Kencana, Kelurahan 4 Ulu, Kecamatan Kertapati Palembang.

“Kejadian, Jumat (5/6), sekitar pukul 07.30 WIB, di atas Jembatan Ampera. Saat itu korban sedang berjalan kaki hendak ke bawah Ampera, dan dihadang empat pelaku,” jelas Agus.

Dalam aksinya, pelaku Suhat menarik kerah baju korban dan menempelkan pisau ke lehernya. Sedangkan ketiga tamannya menggeledah saku baju dan celana korban.

“Para pelaku mengambil satu dompet dari saku celana belakang korban, lalu kabur dari lokasi kejadian. Setelah itu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang,” jelasnya.

Dari ketiga tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau dan satu lembar koas oblong warna biru motif garis putih.

“Ketiga tersangka telah diamankan di Mapolrestabes Palembang, untuk diproses hukum lebih lanjut,” ucap Agus.

Sementara, para tersangka ketika diintrogasi mengakui perbuatannya menodong korban di atas Jembatan Ampera.

“Iyo, kami beempat yang nodong mamang sol sepatu di Jembatan Ampera itu. Dalam dompetnya ado duit Rp700 ribu, tapi sudah habis kami pakai beli rokok samo makan,” kata ketiga tersangka. (*)