Belum Ada Bantuan Pemkab, OTG Covid OKU Timur Berharap dari Tetangga

Salah seorang tetangga ND mengantarkan bantuan kebutuhan berupa bahan mentah, Selasa (09/06/2020). Foto Ardi/Palpos.ID

MARTAPURA, PALPOS.ID – Ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan hasil rapid test reaktif menjadi hal yang tak mudah dan banyak dampak yang dialami para OTG. Salah satunya adalah ND, warga Belitang OKU Timur (OKUT).

Terlebih, hasil Swab tenggorokannya tak kunjung keluar. Belum lagi OTG harus merasakan beban psikologi yang teramat berat. ND harus merasakan beban pikiran dan psikologis berat, apalagi selama mereka dikarantina, dirinya menuturkan belum ada bantuan sama sekali oleh Pemerintah daerah. Sementara dana Covid 19 OKUT mencapai Rp 30 miliar lebih.

“Hasil Swab saya hingga saat ini belum keluar. Saya di swab pada tanggal 14 Mei dan sampai saat ini belum ada hasil, status OTG bukanlah perkara mudah, banyak dampak yang saya alami, dampak ekonomi keluarga, psikologis, sosial lingkungan keluarga saya yang sempat dikucilkan oleh tetangga,” kata ND, Selasa (09/06/2020).

Dikatakan ND, suaminya juga sudah lama  dikarantina dan tidak kerja. Tentunya keadaan ini menambah beban kehidupan ekonominya. Namun bebannya terbantu dengan bantuan tetangga sekitar yang setiap hari memberikan makanan berupa sayuran mentah atau makanan yang sudah masak didepan rumahnya atau diletakan di kursi teras yang nantinya mereka memanggil kalau makanan ada didepan rumah karena tetangga mereka takut bertemu ND sekeluarga.

“Mereka dulu sempat mengucilkan saya, tapi saat ini mereka sudah mulai mengerti dan sangat memperhatikan kami sekeluarga,” jelas ND dengan nada sedih saat di konfrimasi awak media.

Dikatakanya, nasib OTG yang terlantar juga terjadi dengan teman-temannya OTG yang lain. “Temanku ada dua org itu terkucil banget dan gak ada perhatian dari perangkat desanya,” ujarnya.

Sementara, Juru bicara Gugus Tugas Covid 19 OKU Timur, M Yakub membenarkan belum keluarnya hasil Swab Test dari tanggal 14 Mei kemarin untuk 59 OTG.

“Memang belum keluar dari BPLK Palembang kami terus memantau,” pungkasnya singkat. (*)