Kasus Bus Sriwijaya Maut yang Tewaskan 38 Penumpang, Pemilik PO Ditetapkan Tersangka

Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan terjun ke sungai hingga menewaskan 38 orang pada Desember 2019. Foto dok Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Masih ingat tragedi bus Sriwijaya Bernopol BD 7031 AU, yang menewaskan 38 penumpang pada akhir Desember 2019 lalu. Hasil penyelidikan, Satreskrim Polres Pagaralam telah menetapkan MR, pemilik jasa angkutan PO Sriwijaya sebagai tersangka.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIK MH, melalui Kasatreskrim, AKP Acep Yuli Sahara, saat dikonfirmasi membenarkan ditetapkan owner angkutan Bus Sriwijaya sebagai tersangka.

“Saat ini masih dalam pendalaman bukti. Kasusnya sempat kita limpahkan ke jaksa (Kejari Pagaralam, red). Baru tahap 1 (P.19, red) sekarang pendalaman saksi ahli,” ungkap AKP Acep seraya mengatakan secepatnya kasus ini dilimpahkan ke Jaksa (Tahap 2), Selasa (09/06/2020).

Diakuinya, pengusutan kasus kecelakaan Bus Sriwijaya ini sedikit terhambat. Belum lagi penyidik dihadapi dengan masa pandemi covid-19. Sejumlah saksi diperiksa, termasuk saksi dari pihak jasa angkutan. “Saat ini masih ada satu saksi ahli transportasi belum kita mintai keterangan, merupakan akademisi berdomisili di Jakarta. Sebelumnya, saksi dari ahli pidana dan juga Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sudah diminta keterangan,” paparnya.

Untuk diketahui, tragedi bus Sriwijaya yang terjadi di tikungan maut Liku Lematang, terjadi pada 23 Desember 2019 silam. Kejadian ini menjadi sorotan nasional, bahkan tim dari Polri dan Polda terjun ke lokasi, melihat langsung kondisi dan proses pengevakuasiannya.

Saat kejadian, 35 penumpang tewas bersama awak bus. Setelah dilakukan pencarian, jasad korban tewaspun bertambah. Proses evakuasi melibatkan sejumlah pihak hingga sorotan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Diwartakan sebelumnya, dari hasil pengembangan adanya temuan sementara di lapangan, bahwa kondisi bus jika vulkanisir atau kembang ban tak terlihat. Belum lagi kanvas tromol habis, serta kondisi rem tak berfungsi. Mengenai hasil bukti keterangan yang didapat, izin trayek bus Sriwijaya Bemgkulu tujuan Palembang menyalahi. Izin trayeknya ada, namun rute Bengkulu- Palembang tidak ada dalam izin trayeknya. (*)