Pasar Kebon Semai Sekip Kembali Dibuka

Abdul Rizal, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Palembang Jaya. Foto istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pasar Kebon Semai, Sekip, Palembang yang sempat ditutup sudah kembali beroperasi, Selasa (9/6). Sebelumnya, pasar ini ditutup karena salah satu pedagang dinyatakan reaktif hasil tes Rapid.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Palembang Jaya, Abdul Rizal mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan penutupan pasar terus-menerus, meski kasus positif Covid-19 di lingkungan pasar kian bertambah.

”Terutama di Pasar Kebon Semai Sekip Palembang yang baru saja beroperasi kembali pada 7 Juni kemarin, setelah 10 hari sempat ditutup akibat satu pedagang reaktif Rapid dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

“Jika pasar ditutup terus kita bisa kena demo pedagang. Kasihan juga pedagang, penghasilannya kosong. Kondisi sekarang, tidak bisa begini (menutup pasar) terus. Solusinya, pedagang positif diminta karantina dan isolasi mandiri. Urusan biaya perawatan jadi tanggung jawab pemkot,” lanjutnya.

Ditutupnya pedagang Pasar Kebon Semai Sekip sendiri, setelah satu pedagang mengikuti Rapid pascameninggalnya satu rekan mereka suspect Covid-19.

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Palembang, jelas Rizal, pihaknya lebih mengutamakan ketertiban dan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekitar pasar, dengan penyediaan sarana dan fasilitas pendukung.

“Mulai dari kemarin, Minggu (07/06) kita buka seperti biasa dengan protokol kesehatan dibantu oleh TNI-Polri. Solusi lain, bagi mereka yang dinyatakan positif diupayakan agar tidak menambah jejak tracing,” jelasnya.

Sejauh ini, PD Pasar telah memaksimalkan segala usaha dalam mentertibkan kedisiplinan pedagang dan pengunjung. Mulai dari wajib masker, penyediaan tempat cuci tangan, dan mengatur jaga jarak aman. “Tinggal bagaimana konsistensinya,” imbuhnya.

Menurut Rizal, enam pedagang yang dinyatakan positif tersebut bukan berdasarkan hasil Swab melainkan Rapid yang dilakukan beberapa pekan lalu.

“Kami menerima laporan enam orang itu bukan hasil swab, tapi Rapid yang sudah dilakukan dua kali dari tes pertama. Dari laporam, enam orang itu di antaranya dua orang dari pihak pasar, satu petugas jaga toilet dan satu pedagang. Sedangkan sisanya adalah warga sekitar,” terangnya. (*)