Akhirnya Penggali Kubur Jenazah Covid-19 Sumringah

Indika, penggali kubur Covid-19 Sungai Lacak Gandus

Sisa Upah Ditransfer ke Rekening

PALEMBANG, PALPOS.ID – Para penggali kubur jenazah Covid-19 di pemakaman Sungai Lacak Kecamatan Gandus Palembang sudah bisa senyum sumringah. Keluhan sisa upah penggalian 53 liang lahat yang belum dibayarkan sejak 24 Mei 2020 dituntaskan Pemkot Palembang, Kamis (11/06) sore.

“Tadi sore (Kamis) dapat informasi dari 53 liang yang belum dibayarkan sudah dikirim dengan ditransfer ke rekening,” ungkap Indika, salah satu penggali makam Covid 19 di pemakaman Sungai Lacak, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang.

BACA JUGA :

Dikatakan Indika, kepastian transfer sisa upah penggalian makam tersebut disampaikan ketua tim penggalian, Herman, sekitar pukul 21.30 WIB ini.

“Ketua kami Pak Herman yang bilang. Untuk jumlahnya belum tahu, belum diambil. Kali ini lewat rekening, kalau sebelumnya tunai,” ungkap Indika.

Indika mengatakan hari ini, ada tiga jenazah yang dimakamkan di Sungai Lacak, Satu dari RS Pelabuhan Boombaru, satu RSMH Palembang dan satu lagi  dari RS Pertamina Palembang.

Indika mewakili suara tukang gali kubur Covid 19 berharap kejadian lamanya pembayaran upah ini jangan terulang lagi.

“Kami berharap jangan sampai terulang lagi, karena kami juga butuh untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Ini sejak Lebaran kemarin belum dibayarkan,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, istri pengggali kubur bagi jenazah positif Covid 19 di pemakaman Sungai Lacak, yakni Kasmawati (32) mengeluhkan upah penggalian liang lahat yang dibayarkan.

Keluhan ibu anak tiga ini dikatakan saat palpos.id menemuinya di rumahnya, Desa Sungai Lacak, RT 31/05, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus. Dikatakan, suaminya Minim  (42), sudah 10 tahun lebih sebagai penggali kubur, dan sejak awal sudah terlibat pemakaman  jasad pasien Covid-19 ini.

“Satu liang lubur dijanjikan upah Rp 750 ribu. Nah tapi sudah 50 lebih liang kubur belum dibayar. Sejak tanggal 01 Juni kemarin, kita belum nerima upahnya, itu yang kita keluhkan,” ungkapnya. (*)