Proyek Banyak Tertunda, Pansus II Soroti Dinas PUPR Muara Enim

Panitia Khusus (Pansus) penyampaikan Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Pansus terhadap LKPJ Bupati Muara Enim tahun 2019, Rabu (10/06)

MUARAENIM, PALPOS.ID – Panitia Khusus (Pansus) II LKPJ Bupati Muara Enim Tahun Anggaran 2020, menyoroti kinerja Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Muara Enim, Rabu (10/6).

Dalam rapat agenda penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Pansus terhadap LKPJ Bupati Muara Enim tahun 2019, Pansus II menyoroti anggaran Dinas PURP yang tidak terealisasi maksimal hingga menyebabkan beberapa proyek dibutuhkan masyarakat tertunda.

“Pagu anggaran Dinas PUPR tahun 2019 sebesar Rp728 miliar namun realisasi hanya Rp673 miliar atau 92 persen dari total pagu,”kata anggota DPRD Muara Enim, Edi Candra selaku penyampai Laporan Pansus II.

Menurutnya, banyak program pekerjaan umum yang tidak dapat dilaksanakan oleh dinas tersebut ditahun 2019. Yakni Jalan Desa Pagar Dewa Kecamatan Tanjung Agung menuju desa Pagar Agung Kecamatan Semendo Darat Laut dan Pembangunan jembatan Desa Pulau Panggung menuju Desa Batu Surau.

Terkait permasalahan tersebut, Edi meminta Dinas PUPR agar memprioritaskan program tersebut pada anggaran 2021. Lalu, pansus II juga meminta sebelum dianggarkan suatu kegiatan harus ada perencanaan terlebih dahulu seperti survei lokasi agar kegiatan dapat sesuai anggaran yang ada dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Juga pengawasan pekerjaan pembangunan harus ditingkatkan untuk menghasilkan mutu dan kualitas yang baik,”ungkap Edi.

Pansus II terang Edi juga meminta progam kegiatan yang sudah melalui proses DED pada tahun anggaran 2019, supaya eksekutif segera ditetapkan menjadi kebijakan anggaran tahun 2021. “Seperti pembuatan jembatan di Kecamatan Empat Petulai Dangku,” ungkapnya.

Selain menyoroti anggaran, Pansus II juga menyoroti tata ruang Perda RTRW untuk menata kawasan strategis yang akan di desian Pemkab Muara Enim. “Pansus II meminta Plt Bupati untuk memperketat izin pembangunan raung dan wilayah Kabupaten Muara Enim,” pintanya. (ozi/fin)