PTBA Bagikan Dividen Terbesar Dalam Sejarah 

RUPS PTBA di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (10/06)

MUARAENIM, PALPOS.ID – Perusahaan Tambang PT Bukit Asam (PTBA) membagikan dividen sebesar Rp3,65 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2019 yang dihelat di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (10/06).

Jumlah dividen yang diguyur tersebut terbesar dalam sejarah BUMN ini, atau mencapai 90 persen dari total labah bersih perusahaan tahun lalu sebesar Rp4,1 triliun.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengakui pembagian deviden PTBA tahun 2019 adalah terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

“Dari hasil kinerja kita 2019 yang tadi pemegang saham memutuskan pay out ratio 90% pada RUPS 2020 untuk laba kita di 2019. Tentunya ini merupakan dividen pay out ratio terbesar dalam sejarah PTBA, dan barang kali juga dalam sejarah BUMN,”kata Arviyan.

Menurutnya, pembagian dividen sebanyak 90% ini merupakan pertimbangan pemegang saham mayoritas. Dijelaskannya, pemegang saham mayoritas PTBA saat ini ialah PT Inalum (Persero) yang merupakan holding pertambangan BUMN.

“Jadi ini kebijakan pemegang saham untuk memutuskan dividen pay out ratio 90% tentunya ini terkait kebutuhan pemegang saham mayoritas kita dalam hal ini Inalum,” jelasnya.

Terangnya, likuiditas perusahaan tercatat cukup baik dalam baik dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga mengatakan, dengan pembayaran dividen ini posisi kas PTBA masih besar.

“Sebagai informasi posisi kas kita hampir sekitar Rp8 triliun, kalau tadi saya katakan dividen yang kita berikan Rp3,6 triliun tentunya posisi kas kita cukup besar walaupun sudah dibayarkan dividen sebesar Rp3,6 triliun,” ujarnya.

Selain ditetapkannya pembagian deviden, dalam RUPS ini disetujui perubahan susunan direksi PTBA. Diantaranya mengangkat Hadis Surya Palapa sebagai Direktur Operasi dan Produksi menggantikan Suryo Eko Hadianto.

Lalu hasil RUPS mengangkat E Piterdono HZ, Carlo Brix Tewu dan Irwandy Arif sebagai komisaris menggantikan Robert Heri, Taufik Madjid dan Soenggoel Pardamean Sitorus. Sedangkan, Adi Pahril Pawi diangkat sebagai komisaris independen menggantikan Heni Setyosuprayogo. (ozi/fin)