Ridho Ancam Cabut Beasiswa Mahasiswa PEM Akamigas

Wako Prabumulih H Ridho Yahya meninjau pelaksanaan tes seleksi penerimaan mahasiswa PEM Akamigas, di SMK Negeri 1 Prabumulih, Rabu (10/06)

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Sebanyak 149 orang calon mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu titipan PEM Akamigas Prabumulih mengikuti tes seleksi penerimaan calon mahasiswa tahun akademik 2020/2021. Tes bertempat di SMK Negeri 1 Prabumulih, Rabu (10/06).

Seleksi penerimaan calon mahasiswa yang dilakukan ditengah pandemi coronavirus disease itu dilakukan dengan sistem media daring (dalam jaringan) menggunakan aplikasi zoom yang diikuti oleh Direktur PEM Akamigas Cepu, Prof Perr Burhan dan jajaran serta peserta tes.

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, pelaksanaan seleksi calon mahasiswa PEM Akamigas Prabumulih di masa pandemi Covid-19 tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah kota prabumulih demi terwujudnya PEM Akamigas di Kota Prabumulih.

“Kita tetap konsisten dan konsekuen dengan apa yang kita programkan, termasuk tes ini. Kemarin mereka minta hari Senin (08/06) tapi kita tidak mau karena pada saat itu kita masih PSBB makanya dilaksanakan hari ini (Rabu, 10/06),” ujar Ridho Yahya, ketika dibincangi usai meninjau pelaksanaan seleksi calon mahasiswa PEM Akamigas.

Dikatakan orang nomor satu di Kota Prabumulih ini, pihaknya tidak merasa kecewa terkait tertundanya pelaksanaan pembangunan kampus PEM Akamigas di Kota Prabumulih tahun ini.

“Kita jangan kecewa dulu, seyogyanya memang tahun ini pembangunan kampus PEM Akamigas tapi karena corona kita belum tahu apakah ditunda tahun depan atau tetap dilaksanakan tahun ini kita belum dapat informasi,” ungkapnya.

Namun jika dilihat dengan APBD Kota Prabumulih yang mengalami refocusing sambung Ridho, semestinya pembangunan kampus tersebut juga mengalami penundaan. “Tapi walaupun penundaan, kita tetap penerimaan mahasiswa semuanya tetap kita laksanakan,” ucapnya.

Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menuturkan, tahun ini mahasiswa pem akamigas tersebut akan kuliah di Kota Prabumulih. “Dengan di Prabumulih mereka (mahasiswa) akan lebih mudah, biaya lebih kecil. Kita walaupun beasiswa tapi lebih ringan karena mereka balik ke rumah masing-masing kalau di prabumulih,” tuturnya.

Lebih lanjut Wako Prabumulih dua periode ini mengimbau kepada mahasiswa PEM Akamigas asal Prabumulih untuk serius dalam menjalani kuliah. Sebab, apabila tidak serius dan nilai IPK (indek prestasi komulatif) dibawah 3,00 maka beasiswa mahasiswa tersebut akan dicabut.

“Kita tidak main-main, kalau kemarin kita masih 3,00 makanya pak Perry tadi kita sampaikan agak keras, Prabumulih tidak mau mahasiswanya asal naik tingkat naik semester Prabumulih harus 3,0 kalau tidak 3,0 maka beasiswanya akan kita cabut,” tegasnya.

Langkah itu diambil kata Ridho, lantaran uang yang digunakan untuk membiayai mahasiswa tersebut merupakan uang seluruh warga kota Prabumulih. “Jadi merka harus serius, mereka kan tidak capek disana tugasnya hanya belajar. Mereka mencari uang tidak, mau mencari makan tidak semua sudah disiapkan tugas mereka hanya belajar. Batu saja ditetes air setiap hari bolong apalagi otak, kalau mereka tiap hari belajar mereka pasti bisa,” pungkasnya.

Sementara, Asisten 2 Setda Prabumulih bidang pembangunan dan keuangan, MHD Yusuf Arni HS menuturkan, ada 158 pendaftar namun dari jumlah tersebut hanya 149 yang lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes sistem daring itu. “Tes diikuti peserta berasal dari 6 kabupaten kota yaitu Palembang, OKU Timur, Ogan Ilir, OKI, PALI,” bebernya.

Mengenai kuota mahasiswa yang diberikan beasiswa tahun ini, Yusuf menuturkan, minimal jumlah mahasiswa yang akan diberikan sama dengan tahun sebelumnya yakni 25 orang. (*)