Bocah 10 Tahun Jadi Sasaran Emosi Penagih Utang

Rukinah ketika membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang, Jumat (12/6) malam.

PALEMBANG, PALPOS.ID – Diduga karena ibunya belum membayar utang Rp1,5 juta, seorang bocah perempuan berinisial HBS (10) jadi sasaran amarah si penagih utang bernama Meri.

Tidak terima anaknya dianiaya, Rukinah (42), warga Jalan Swadaya, Kelurahan Srimulyo Kecamatan Sematang Borang, melaporkan Meri ke SPKT Polrestabes Palembang, Jumat (12/6).

“Kejadiannya, Kamis (11/6), sekitar pukul 10.30 WIB, saat anak saya main di rumah neneknya yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Kami baru pindah di sana, sebelumnya tinggal di Jalan Karya III, Kecamatan Sematang Borang,” katanya.

Lalu, kata Rukinah, tiba-tiba anaknya pulang sambil menangis dan mengatakan kalau habis dipukul oleh Meri.

“Saya dan pelaku sudah saling kenal dan memang saya memiliki hutang Rp1,5 juta dengan dia. Bukannya tidak mau bayar, tapi saya baru saja pindah,” ujarnya.

“Aku nak maen ke rumah nenek, di jalan ketemu samo dio (pelaku). Terus dio nanyokan dimano ibu aku pindah rumah. Aku diem bae, tibo-tibo dio nampar pipi aku duo kali,” tambah HBS.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, laporannya sudah diterima dan akan ditindak lanjuti Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang,” katanya. (*)