32 Ribu Warga Miskin Terima Bantuan Sembako Untuk Tahap Kedua

Ratu Dewa, Sekda Kota Palembang. Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemkot Palembang tetap mendistribusikan bantuan sembako. Meskipun Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) Palembang tahap kedua berakhir.

Hal ini ditegaskan Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa. “Untuk sembako sudah kita distribusikan dalam beberapa hari ini, sesuai dengan data miskin baru sebanyak 32.000 orang,” ujar Ratu Dewa, Kamis (18/06/2020).

Dewa menjelaskan, meski status Palembang pasca PSBB dihentikan, namun siaga, tanggap darurat  ditetapkan pusat, sehingga status tanggap darurat belum dicabut. Otomatis jaringan pengaman sosial terus disalurkan.

Akan tetapi tegas dia, pihaknya segera berkonsultasi terkait penggunaan dana APDS baik dengan Kejari maupun BPKP (Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi) Sumsel terlebih dahulu. “Karena kita masuk pada penegakan disiplin protokol kesehatan, apakah ini diperbolehkan atau tidak kita harus harus hati-hati dalam penggunaan dana APBD. Walaupun kita sudah ada kriterianya baik dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) maupun non DTKS tapi dalam konteks PSBB,” jelasnya.

Dewa menegaskan, jaring pengaman sosial baik PSBB tahap satu maupun dua sudah selesai, tinggal pihaknya sedang mempelajari pasca PSBB. “Saya sedang mempelajari pasca PSBB ini, kalau payung hukumnya jelas akan lanjutkan,” tegasnya.

Dewa menyebutkan, hingga saat ini penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) dari anggaran APBD untuk percepatan dan penanganan Covid-19 sebesar Rp480 baru terpakai Rp25 miliar.

Peruntukannya ini dia, ada tiga yakni pertama bidang kesehatan terdiri dari dua  RS Bari dan Dinas Kesehatan Kota Palembang. “Contohnya RS Bari dengan melakukan penambahan tempat tidur dari 15 menjadi 50 dan peralatan lain seperti APD,” katanya.

Kedua lanjutnya, bidang UMKM contohnya pembuatan masker yang tersebar di 107 kelurahan dan memberdayakan 350 UMKM dan jaring pengaman sosial untuk pembelian sembako, terakhir ketiga bidang perekonomian yang belum dimanfaatkan karena sifatnya menunggu gejolak harga. Dia menambahkan, dana BTT Rp480 miliar berdasarkan recofusing dan realokasi lagi.

“Pak wali sedang menunggu izin dari pusat, jika sudah disetujui maka akan dibagikan sesuai pagu masing-masing sesuai rencana untuk 5-6 bulan ke depan,” kata dia. (sef)