Hasil Swab Positif Covid-19, Tracking Warga Interaksi dengan Pasien Positif

Bentuk pencegahan penyebaran virus corona, dilakukan rapid test di jajaran DPRD Kota Pagaralam, belum lama ini. foto efvhan/Palpos.ID/dok

PAGARALAM, PALPOS.ID – Kabar buruk, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease Covid-19 Kota Pagaralam mengkonfirmasi data terbaru. Berdasarkan hasil swab test terhadap dua orang yang reaktif rapid, ternyata diketahui bahwa satu pasien positif corona.

Hal ini diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH melalui Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease Covid-19 Kota Pagaralam, Samsul Bahri, Minggu (21/06/2020).

Sebut Samsul, pasien positif corona yakni salahsatu santri laki-laki pondok pesantren di Kecamatan Dempo Utara. Sedangkan hasil swab test satu PNS sekretariat DPRD Pagaralam hasil test swabnya negatif. “Pasien Positif Corona berumur 16 tahun, sebenarnya secara kependudukannya di Palembang, akan tetapi bersangkutan hanya sekolah di Ponpes di Kota Pagaralam,” jelasnya.

Sambungnya, mengenai tindaklanjut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam telah melakukan tracking, atau mencari siapa saja yang pernah kontak dengan bersangkutan. “Sudah kita lakukan tracking, hasilnya kita dapat sebanyak 29 orang langsung sudah kita lakukan rapid test,” bebernya.

Lanjut Samsul, sebagai langkah cepat antisipasi pencegahan, untuk sementara waktu pondok pesantren saat ini pengasuh maupun santri-santrinya dan pengurus di dalamnya, tidak boleh keluar sampai hasil rapid test mereka keluar. “Sementara waktu mereka kita isolasi mandiri selama 14 hari. Berharap hasilnya mereka semua non reaktif,” jelasnya.

Dikatakan Samsul, sebagai langkah percepatan penanganan, pasien positif corona dijemput kemudian langsung dilakukan isolasi ruang khusus covid-19 di RSD Besemah, supaya mendapatkan penanganan kesehatan. Bila dibiarkan isolasi di lingkungan warga, dikhawatirkan ada keluhan.

“Pasien positif corona kondisi fisiknya saat ini tidak ada gejala. Supaya cepat, penanganan bersangkutan dirawat di RSD Besemah. Untuk pasien belum bisa dipastikan mau dibawa ke Palembang atau bagaimana, tergantung hasil observasinya nanti,” ucapnya. (faj)