Gojek Fokus Pada Layanan Inti sebagai Rencana Jangka Panjang

Layanan Gojek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mitra. Foto ist

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gojek mengumumkan strategi perusahaan untuk memperkuat fokus kepada bisnis inti (core business) yang memiliki dampak paling luas kepada masyarakat, yaitu bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik sebagai langkah jangka panjang dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Ketika dihubingi kemarin (24/6/2020) pihak gojek telah melakukan berbagai upaya untuk dapat membantu masyarakat dan juga pata mitra tetap tumbuh di dalam polemik covid 19.

Dengan melakikan Townhall meeting yang diikuti tiap divisi di Gojek sehingga co-CEO dapat menyampaikan pesan secara langsung dan lebih personal kepada karyawan, di
samping juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bisa mengajukan
pertanyaan dan memahami lebih detail mengenai perubahan yang dilakukan.

Adapun dua keputusan utama turut diumumkan seiring ditetapkannya strategi ini. Pertama, dihentikannya sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi dan kedua, perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.

Kemudian, layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan.

Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan
kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

Kedua bisnis ini, GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat, dan
mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir
seiring dengan pandemi COVID-19. Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli
2020.

Menyusul hal tersebut, sebanyak 430 karyawan (9 persen dari total karyawan), yang sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi COVID-19.

Dijelaskan Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi kepada seluruh karyawan Gojek melalui hasil rapat yang didapat bahwa langkah yang telah diumumkan ini membuat perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling luas, khususnya mencakup tiga layanan inti, di samping juga layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi seperti bisnislogistik, yang tumbuh 80 persen sejak awal pandemi atau layanan belanja kebutuhan sehari-hari (grocery) yang telah naik dua kali lipat.

“Gojek tumbuh secara eksponensial sejak aplikasi ini diluncurkan pada 2015 dan telah menjadi super app dengan lebih dari 170 juta pengguna di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara. Perusahaan akan terus menyediakan berbagai layanan termasuk melalui kerja sama dengan berbagai mitra bisnis terbaik di bidangnya seperti Halodoc atau Kitabisa,” jelasnya.

Sementara, penutupan layanan GoLife sayangnya akan berdampak pada mitra GoLife karena pandemi COVID-19. Gojek akan memberikan dukungan berupa ‘Program Solidaritas Mitra COVID-19’ kepada mitra yang aktif menggunakan platform sebelum adanya pembatasan akibat COVID-19. Hal ini berupa program peningkatan keterampilan melalui pelatihan online yang dapat menjadi bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, Gojek juga akan memberikan program bantuan dana tunai untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria.

“Karyawan Gojek yang terdampak dengan keputusan ini akan mendapat benefit
termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Berikut adalah
dukungan perusahaan bagi karyawan yang terdampak yakni pesangon dimana karyawan yang terdampak akan menerima pesangon dengan menetapkan minimum gaji 4 pekan, ditambah tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja,” jelasnya.

Pihaknya juga tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan, supaya karyawan dapat fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang. Namun, tetap akan membayar gaji mereka
secara penuh. Adapun masa tunggu (annual cliff) bagi karyawan yang memiliki
hak kepemilikan saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan
Gojek dapat memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

Sedangkan untuk pembayaran cuti tahunan dan hak lainnya pihak Gojek akan membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan, selain juga hak-hak lainnya termasuk cuti melahirkan. Serta permasalahan perpanjangan asuransi kesehatan dengan tetal memastikan bahwa kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak
tetap dapat terpenuhi.

“Kami akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka, hingga 31 Desember 2020. Karyawan juga tetap akan memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain dengan terus memerpanjangan program bantuan karyawan karena Gojek sangat memperhatikan kondisi emosional dan psikologis karyawan yang terdampak. Oleh karena itu, kami memperpanjang masa dukungan kami, mencakup program layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan,” ujarnya.

Dia juga mengungkakan, program outplacement dimana pihaknya menyadari bahwa mencari pekerjaan baru tidak pernah mudah, sehingga Gojek memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari pekerjaan. Dengan melakukan berbagai penyesuaian bisnis guna mengakomodir perilaku baru pelanggan
sejak adanya pandemi.

Perusahaan bekerja sama erat dengan mitra merchant untuk mengakomodir adanya perubahan pada permintaan, membantu merchant yang sebelumnya hanya menjajakan produk secara offline menjadi bisa bermigrasi ke online dengan cepat, dan
mengimplementasikan berbagai inisiatif guna mendukung keberlangsungan mata pencaharian mitra driver.

Gojek juga telah menghadirkan bisnis baru seperti penjualan barang kebutuhan
sehari-hari dan makanan ‘siap masak’ di layanan GoFood, serta meningkatkan layanan

“Alasan kami mengadakan townhall meeting dengan setiap divisi, bukan hanya mengadakan satu kali townhall besar bagi semua karyawan di perusahaan, karena kami ingin menyampaikan secara lebih personal mengenai kabar ini, dan membuat setiap karyawan memiliki kesempatan untuk bisa memahami apa artinya keputusan ini bagi kalian di setiap departemen,” tegasnya. (ril)