Dampak Covid-19, Transaksi Pegadaian Naik 10 Persen

Seorang ibu rumah tangga mengadaikan gelang emas di Kantor Cabang Pegadaian Muara Enim, Kamis (25/06/2020). Foto ozzy/fin/Palpos.ID

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Dampak mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang berlangsung hingga sampai saat ini sangat dirasakan warga Kota Muara Enim. Hal ini terlihat bertumbunya transaksi masyarakat di kantor Cabang Pegadaian Muara Enim.

Rata-rata masyarakat umumnya hendak menggadaikan harta benda, termasuk perhiasan, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Transaksi gadai pun naik mencapai 10 persen.

“Untuk transaksi gadai dan non gadai (pinjaman) naik 10 persen. Kalau barang, kami masih tetap perhiasan emas. Selainnya, barang elektronik dan kendaraan bermotor sesuai kreteria pegadaian,” ujar Kepala Cabang Pegadaian Muara Enim Endang Budi Kartasa, Kamis (25/06/2020).

Dampak penyebaran Covid1-19, kata dia, justru pegadaian mengalami kenaikan transaksi karena kami yakin masyarakat butuh dana tunai untuk mengurangi dampak,  sehingga banyak yang harus dikorbankan untuk bertahan hidup, termasuk menggadaikan harta benda dan pinjaman.

Warga silih berganti datang kantor Pegadaian menggadaikan barang berharga untuk mendapatkan dana tunai guna memenuhi kebutuhan keluarga disaat sulit seperti sekarang. Meski jumlah nasabah yang datang meningkat, kata dia, pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan dalam setiap transaksi guna mencegah penyebaran virus corona.

“Ditengah Covid-19 ini, justru kita mengalami pertumbuhan gadai dan non gadai. Jadi terhitung bulan Mei-Juni kita mengalami kenaikan 10 persen,” ujarnya. Untuk transaki non gadai, lanjut Endang, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1 juta. Selain itu, untuk angsuran bagi nasabah diberi keringanan angsuran dengan dengan ternor waktu sampai 12 bulan.

Salah satu warga mengaku terpaksa menggadaikan perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini dilakukan karena suaminya terkena dampak corona, yakni dirumahkan dari tempat bekerja. “Gadai gelang. Alasannya butuh uang,” ujar ibu dua anak yang enggan namanya disebutkan saat bertransaksi di kantor Pegadaian Muara Enim. (ozi/fin)