Napi Lapas Muara Beliti Kendalikan Peredaran Narkoba dari Dalam Sel

Sindikat sabu antarprovinsi yang diamankan di Mapolres Lubuklinggau, Kamis (26/06)

Disita Sabu Seberat 1 Kilogram

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuklinggau ungkap sindikat narkoba antar provinsi (Sumsel-Bengkulu) yang dikendalikan dari Lapas Narkotika Muara Beliti.

Empat dari lima tersangka dalam sindikat tersebut berhasil diringkus. Tiga di antaranya warga  Jalan Gotong Royong, Lingkungan 4 Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yakni Waluyo alias Uyot (34), Nikmansyah alias Man (34) Ariansyah alias Ari (28).

Satu lainnya residivis dalam lasus yang sama yakni Jeri Pirwadi (29), warga Jalan Sulpra Huda No 7 RT 7 Kelurahan Marga Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau. Sedangkan tersangka yang berhasil lolos NN warga Desa Kepala Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Barang bukti sabu yang disita polisi

Selain keempat tersangka polisi juga berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa sabu seberat sekitar 1.040 gram atau sekitar 1 kilogram, HP Samsung Android warna hitam tanpa batery dan tanpa tutup casing belakang, dan mobil  Innova warna silver nopol BG 1530 P.

Keempat tersangka dan BB itu berhasil disergap dan diamankan di Jalan  Garuda Kelurahan Watas  Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau, Selasa (23/06/2020), sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa bersama Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe (Nanan),  dalam pres relase di Mapolres Lubuklinggau, Kamis (25/06/2020), menjelaskan terungkapnya sindikat narkoba antar provinsi tersebut berkat adanya informasi masyarakat yang menyebutkan para tersangka membawa narkotika jenis sabu dari Desa Kepala Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

“Kita dapat informasi para tersangka membawa narkotika dari Kepala Curup untuk diedarkan di Lubuklinggau dan Sekayu,” kata kapolres.

Selanjutnya dibawah pimpinan Sat Narkoba Iptu Sofian Hadi anggota melakukan pencegatan di Wilayah Perbatasan (Watas) Lubuklinggau-Curup atau tepatnya di Jalan Garuda, Kelurahan Watas, Lubuklinggau Barat I.

Proses penyergapan yang diwarnai ketegangan dan sempat menjadi tontontan dan direkam warga sekitar berlangsung bak adegan film. Dimana polisi yang semula mendapatkan informasi mobil plat BG 1530 P yang membawa narkoba akan melintas, ternyata ketika dicegat dan digeledah BB narkoba tidak berhasil ditemukan di dalam mobil tersebut.

Rupanya, para tersangka sudah melakukan antisipasi dengan memindahkan BB ke sepeda motor sebelum sampai di Watas. Namun upaya para tersangka gagal.

“Mobil beriringan dengan motor Supra warna hitam tanpa nomor polisi, mobil diisi tiga orang, sedangkan motor berboncengan dua orang,” kata kapolres.

Saat dilakukan pencegatan terhadap dua kendaraan tersebut (mobil dan motor), pengendara motor justru memutar balik ke Curup. Melihat itu beberapa petugas dilapangan sempat melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan peringatan.

“Orang yang dibonceng sempat melompat dan membuang bungkusan yang ternyata isinya BB narkotika ke pinggir jalan,” ujarnya.

Lalu dia (tersangka Waluyo) lari ke semak-semak namum berhasil ditangkap, sedangkan rekannya yang mengendaraai motor berhasil kabur dan kembali ke wilayah Kepala Curup.

“Tersangka Waluyo yang dibonceng bawa BB narkotika berhasil ditangkap tapi temannya yang bawa motor lolos, sedangkan tiga pengendara mobil juga berhasil diamankan,” terang kapolres.

Setelah dilakukan introgasi keemoat tersa gka mengakui bahwa BB itu mereka beli dari seseorang di Kepala Curup melalui perantata seorang napi yang ada di Lapas Narkotika Muara Beliti.

“Mereka bukan kurir ya, tapi mereka patungan, tadinya separuh akan diwdarkan di Lubuklinggau separuhnya lagi akan dibawa ke Sekayu,” jelas kapolres.

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran kepolisian Polres Lubuklinggau. Karena menurutnya, dengan menggalkan penyeludupan narkotika jenis sabu tersebut masuk ke wilayah Lubuklinggau, sudah menyelamatkan puluhan ribu pemudaubuklinggai dari dampak buruk peredaran narkotika Illegal tersebut. (*)