Merasa Tidak Diperhatikan, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan

Tanaman pisang warga di tengah ruas jalan yang rusak parah, Sabtu (27/06)

Kerusakan Jalan Lintas Kabupaten Semakin Parah

BANYUASIN, PALPOS.ID – Warga Pal 8 Dusun 6 Desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak berat sehingga tidak layak lagi jika dilalui kendaraan.

Kerusakan jalan juga mengancam keselamatan pengguna karena terlihat pipa gas aktif diduga milik PT Odira Energy yang timbul di tengah permukaan jalan berlumpur. Dikhawatirkan warga bisa meledak, jika sering terkena gesekan roda kendaraan ketika melintasi jalan tersebut.

Protes warga terhadap pemerintah dan pihak perusahaan Odira Energy yang sering melintasi jalan tersebut, dengan cara menanam pohon pisang dan pohon kelapa sawit di tengah jalan.

“Jangankan perhatian pemerintah, perhatian perusahaan pun tidak ada sampai hari ini. Pohon pisang dan kelapa sawit yang kami tanam bersama-sama di jalanan ini, sebagai bentuk protes kami karena kondisi jalan semakin rusak berat dan sudah tidak layak dilalui ketika membawa hasil pertanian,” ucap Sumedi, tokoh masyarakat Desa Keluang kepada wartawan, Sabtu (27/06) kemarin.

Ditambahkannya, jalan yang mereka gunakan tersebut bahkan sempat diperbaiki Dinas PUTR dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) karena daerah mereka perbatasan antara Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Muba. Sementara, untuk pihak perusahaan yang berdiri semenjak tahun 2000 sampai sekarang belum pernah melakukan perbaikan jalan.

“Dulu jalan kami ini sempat diperbaiki Pemerintah Muba karena daerah ini adalah perbatasan. Sedangkan untuk perusahaan yang sering menggunakan jalan ini belum pernah melakukan perbaikan, agar tetap bisa melintasi kami gotong royong memperbaiki jalan dengan alat seadannya, perusahaan mengambil hasil bumi nenek moyang kami tidak ada tanggung jawab sama sekali,” ujarnya.

Dirinya berharap, jalan yang mereka miliki agar kiranya dapat perbaiki sehingga perekonimian masyarakat dapat meningkat, baik dari Perusahaan maupun dari Pemerintah daerah agar memperhatikan nasib masyarakat terisolir, aktivitas perekonomian baik jual beli maupun pembuatan dokumentasi kependudukan lebih mudah jika jalan bagus.

“Kami berharap jalan ini segera mendapat perbaikan, karena ini satu-satunya urat nadi masyarakat, jalan ini sangat dekat dengan kantor Camat Tungkal ilir, jika jalan bagus kami bisa mudah membawa hasil bumi ke Kota, dan akses menuju Kantor Camat bisa ditempuh dengan muda jika untuk membuat KTP, KK, Akta, KIA dan urusan lain ke Ibu Kota Kabupaten,” tukasnya.

Asmadi, yang sehari-harinya sopir ini mengaku setiap kali melintasi jalan tersebut. Dia bisa menghabiskan waktu tiga hingga empat hari dari jadwal yang seharusnya. Kerusakan berat terhadap jalan hanya bisa dilakukan gotong royong warga, sementara untuk memperbaiki kerusakan tersebut seharusnya menggunakan alat berat.

“Kerusakan jalan memang sangat mempersulit kami dalam membawa hasil pertanian, untuk menuju pusat kota kami harus rela bermalam dijalan bisa tiga sampai empat hari waktu kami terbuang di jalan ini, ditambah terhalangnya pipa gas aktif milik PT Odira Energy yang muncul dipermukaan jalan, setiap melintas kami harus berhati-hati jika sering terkena gesekan pelak roda dapat meledak,” ucapnya.

Diakui Asmadi, selama ini jalan belum pernah ada perbaikan dari Pemerintah Banyuasin maupun perusahaan yang ada di Kecamatan Tungkal ilir. Bahkan keberadaan pipa aktif sering dilaporkan ke pihak perusahaan namun tidak adanya tanggapan.

“Harapan kami kiranya pihak Perusahaan maupun Pemerintah untuk memperbaiki jalan kami ini agar kami bisa lancar dalam menjual hasil bumi, kondisi ini membuat kami merasa seperti anak tiri yang tidak mendapatkan kasih sayang dari induknya. Semoga hal semcam ini segera berakhir,” tutupnya. (*)