Alami Trauma Berat, Polisi Beri Pendampingan Istri Korban Perampokan

Kedua pelaku perampokan yang ditahan di Mapolres Banyuasin, Senin (29/06)

PANGKALAN BALAI, PALPOS.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuasin terus melakukan pengembangan kasus perampokan konter handphone Raffi Cell di samping Masjid Al Hijriyyah Kelurahan Kayuara Kuning Kecamatan Banyuasin III, Jumat (26/06) yang lalu.

Saat ini korban perampokan tersebut mengalami trauma lantaran mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari para pelaku. Polisi melakukan pendampingan untuk kesembuhan trauma dari istri korban dan kedua anaknya.

“Istri koran dan anak-anaknya masih trauma berat. Kita dari Polres Banyuasin terus melakukan pendampingan terhadap korban yang mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari para pelaku,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk didampingi Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar SH, kemarin.

Untuk motif pelaku melakukan perampokan yakni karena faktor ekonomi. Ketiga pelaku yaitu Es alias Ucok (40), A (29), warga Kayuara Kuning Kecamatan banyuasin III dan R (23), warga Kenten Laut Talang Kelapa Banyuasin.

“Memang konter korban ini sudah menjadi target dari para pelaku. Kita terus melakukan pengembangan, apakah masih ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” tegasnya.

Kata dia, untuk ketiga para tersangka tidak ada perkenalan terhadap korban. Jadi kasus ini adalah murni perampokan. “Satu pelaku terpaksa kita lumpuhkan karena mencoba melawan petugas dengan senjata api rakitan,” katanya.

Ketiga pelaku sendiri di tangkap di wilayah Kelurahan Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin pada Minggu dinihari saat berkumpul. “Anggota dapatkan informasi, langsung melakukan pengrebekan,” beber dia.

Disaat pengrebekan itu, pelaku Es alias Ucok ini mengetahui keberadaan petugas, sehingga lakukan aksi penembakan terhadap petugas. “Petugas sempat berikan tembakan peringatan, tapi diabaikan. Akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur,” tegas dia.

Sedangkan dua pelaku lainnya ditangkap tanpa perlawanan, setelah bersembunyi di kamar belakang. “Selain itu, ikut diamankan barang bukti berupa mobil Avanza, linggis, senpi jenis FN, senpira, 3 pisau, kunci tang, 9 handphone, 2 tas ransel, 10 rokok dan uang Rp 1 juta,” imbuh dia.

Dalam aksinya tiga pelaku masuk ke lantai 2 ruko, dan masuk melalui pintu jendela depan. Kemudian langsung menyekap seluruh penghuni rumah dengan menggunakan lakban dan tali.

Pelaku kemudian memaksa korban Masri, untuk menunjukkan barang-barang berharga dengan mengancam menggunakan senjata api laras pendek, sajam.

“Usai itu mengambil uang tunai Rp 12.000.000, 38 Unit HP berbagai merk,” tutur dia.

Selanjutnya kabur menggunakan kendaraan milik Korban yaitu Toyota Avanza Veloz BG 1866 JI ke arah Pangkalan Balai. “Pelaku dikenaikan 365 KUHP dan 285 KUHP dan 480 KUHP,” ujarnya. (*)